Rabu 13 Aug 2014 20:17 WIB

Keuangan Syariah Belum Capai Skala Ekonomi OJK

Rep: Ichsan Emrald Alamsyah/ Red: Hazliansyah
Keuangan syariah, ilustrasi
Keuangan syariah, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Regulator menilai hingga saat ini industri keuangan syariah masih belum mencapai skala ekonomi. Meski dalam beberapa tahun terakhir tumbuh di atas dua digit, namun sangat sulit mengejar pangsa pasar lembaga keuangan konvensional. 

Tak heran, Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan pelaku bisnis syariah masih perlu banyak melakukan pembenahan. Berdasarkan pengalamannya, butuh waktu lebih dari 10 tahun hanya untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah untuk mencapai 'hampir' lima persen.

''10 tahun kita canangkan...Ini setengah mati capai 5 persen,'' tutur Kepala Eksekutif Pengawasan Non Bank OJK, Firdaus Djaelani saat menjelaskan pertumbuhan perbankan syariah, Selasa (12/8). 

Ia mengatakan sebenarnya saat ini industri keuangan syariah sudah cukup lengkap. Indonesia telah memiliki perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, reksa dana syariah, serta sukuk korporasi dan sukuk negara. Hanya saja untuk tumbuh sangat berat sekali, meski memiliki potensi luar biasa. 

Bagaimana tidak, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yang hampir 90 persen dari kurang lebih 250 juta orang.

Berdasarkan data yang ia miliki, hingga Juli 2014 aset perbankan syariah kurang lebih Rp 250 triliun. Sehingga pangsa pasarnya sudah mencapai 4,93 persen. Sementara aset asuransi syariah Rp 19,3 triliun atau pangsa pasarnya 4,25 persen. Sedangkan untuk pembiayaan syariah telah mencapai Rp 23,5 triliun atau 5,5 persen. 

Untuk sukuk negara, pemerintah telah menerbitkan hampir Rp 179 triliun atau 10 persen dari total yang dimiliki pemerintah.

Berdasarkan angka di atas, kajian OJK menunjukkan bahwa lembaga keuangan syariah belum memenuhi skala ekonomi. Lembaga keuangan syariah pun belum mampu melakukan efisiensi. Tak heran BOPO mereka terbilang tinggi.

Untuk bisa mencapai skala ekonomi atau efisiensi minimal, pangsa pasar syariah harus mencapai 15 persen. Meski terasa berat namun ia optimis lembaga keuangan syariah bisa memenuhi pencapaian tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement