REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy meminta kepada pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam, untuk ikut aktif mencegah meluasnya jaringan kelompok radikal ISIS di Indonesia.
"Saya mengajak ponpes dan pendidikan islam mendiseminasikan paham islam moderat yang dianut hampir seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya kepada wartawan seusai acara temu alim ulama di Kota Mataram, Sabtu (21/3).
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melibatkan dalam gerakan radikalisme. Apalagi sampai mempunyai keinginan menyumbangkan tenaga, waktu dan pikiran seperti yang diminta oleh ISIS.
"Islam tidak mengajarkan seperti yang dilakukan ISIS, karena Islam mengedepankan toleransi dan kelembutan. Sehingga, tidak pada tempatnya gerakan tersebut," kata pria yang akrab disapa Romi itu.
Romi mengatakan dirinya mendukung pemerintah yang akan menyiapkan Undang-Undang untuk mengatur tentang gerakan ISIS di Indonesia. Sehingga, gerakan ISIS ini tidak mewabah di Indonesia.