REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Haposan Sihombing, pengacara tersangka Agustinus Tai Hamdamai alias Agus mengungkapkan, kepada polisi kliennya mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dari ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe.
“Dia (Agus), sering kali dibilang dengan kata-kata tidak becus bekerja. Sehingga dimarah-marahin terus,” ungkap Haposan saat berbincang dengan ROL, Rabu (17/6).
Agus juga sering dituduh Margriet membuang-buang makanan. Agus pun disebut sering terlambat bangun.
“Ya begitulah, tersangka bilangnya selalu merasa ada kesalahan saja tiap hari,” jelasnya.
Jenazah Angeline ditemukan polisi dikubur di pekarangan belakang rumah dekat kandang ayam, pada 10 Juni 2015. Ia dinyatakan dibunuh pada 16 Mei 2015 yang juga sebagai hari ia dilaporkan hilang.
Ketika dibunuh, Angeline juga sempat diperkosa di by Mini - Adblocker" href="#20571551"> kamar tersangka. Menurut keterangan Agus, ia membunuh korban karena takut ketahuan oleh orang lain di rumah korban.