Senin 27 Jul 2015 10:02 WIB

Jokowi Wajib Tegaskan Sikap Terkait Perwakilan OPM di Inggris

Perdana Menteri Inggris David Cameron.
Foto: AP
Perdana Menteri Inggris David Cameron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedatangan Perdana Menteri Inggris David Cameron yang berencana bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (27/7), harus memiliki manfaat bagi Indonesia. Termasuk, seperti adanya sikap tegas terkait pendirian kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Inggris.

"Perwakilan OPM sudah lama di Inggris. Kenapa Inggris mempersilakan mereka membikin perwakilan," kata Anggota Komisi I DPR RI Ahmad Zainuddin dalam keterangan tertulis, Senin (27/7).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa hal tersebut merupakan masalah politik negara lain di luar Inggris. Sehingga, Presiden dinilai harus menegaskan NKRI kepada PM Inggris yang berasal dari Partai Konservatif tersebut.

Bahkan, Ahmad Zainuddin juga mengemukakan agar Presiden Jokowi bila perlu dapat mendesak PM Cameron untuk menutup kantor perwakilan OPM yang berada di Inggris agar negara tersebut juga memahami, menghormati, dan mendukung NKRI. Ia mengingatkan bahwa masuknya Papua ke dalam NKRI telah mendapat legitimasi dari dunia internasional, namun kini ada upaya dari sejumlah kelompok yang ingin memutarbalikkan fakta internasional dengan melakukan upaya internasionalisasi isu Papua.

"Kita telah bersepakat NKRI harga mati. Karena itu, diplomasi mempertahankan kedaulatan NKRI ini harus kita jaga dan perkuat," ujarnya.

Perdana Menteri Inggris David Cameron dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada Senin (27/7) untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara.

"Ia akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan pemerintah Indonesia. Ini merupakan kunjungannya yang kedua ke Indonesia," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dalam Press Briefing di Kedubes Inggris di Jakarta, Ahad (26/7).

Ia mengatakan dalam pertemuan dengan pemerintah Indonesia, Cameron akan membahas masalah keuangan, energi, infrastruktur, dan teknologi. Perdana Menteri David Cameron dijadwalkan berada di Indonesia selama dua hari yaitu pada tanggal 27 dan 28 Juli 2015.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement