Selasa 02 Feb 2016 17:56 WIB

Oknum Dokter yang Terlibat Perdagangan Ginjal Akan Dipecat

Rep: Wisnu Aji Prasetiyo/ Red: Andi Nur Aminah
Jual Ginjal (ilustrasi)
Foto: Foto : Mardiah
Jual Ginjal (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan akan bertindak tegas terhadap oknum dokter yang terlibat dalam tindak pidana perdagangan ginjal. Nantinya, oknum dokter yang terlibat dalam perdagangan organ seperti ginjal akan dicabut izin profesinya dan dipecat.

"Harus langsung pecat. Izinnya juga bisa dicabut. Dari Kementerian Kesehatan, ranahnya sebagai pegawai negeri bisa dihapus," kata Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Purwadi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/2). 

Purwadi menambahkan, pemecatan tersebut tak harus menunggu selesainya proses hukum di pengadilan. Menurut dia, jika ditemukan adanya keterlibatan oknum dokter dalam kasus perdagangan organ maka akan langsung dipecat. "Biasanya kalau sudah jadi tersangka juga sudah dicabut," ujar Purwadi.

(Baca Juga: JK: Pelaku Perdagangan Ginjal Harus Kena Sanksi Tegas).

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah memeriksa tiga orang dokter atas kasus sindikat penjualan ginjal. ‎Pemeriksaan pada ketiganya masih dalam kaitan dokter yang melakukan operasi serta rumah sakit yang menjadi tempat operasi dari korban ke penerima ginjal. 

Tiga tersangka telah ditetapkan yakni Yana Priatna alias Amang (YP atau AG), Dedi Supriadi (DS atau DD)‎ dan Kwok Herry Susanto alias Herry‎ (HR) dalam kasus jaringan penjualan organ tubuh manusia yakni ginjal.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement