Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BPOM Grebek Salon Penjual Kosmetik Ilegal

Kamis 24 Mar 2016 16:09 WIB

Red: Taufik Rachman

Badan POM

Badan POM

REPUBLIKA.CO.ID,JEMBER -- Tim gabungan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu (23/3) malam, menggerebek sebuah salon kecantikan di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, yang diduga menjual kosmetik ilegal di kawasan setempat.

 

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan BPOM Jawa Timur, Siti Amanah, Kamis, mengatakan petugas gabungan menggerebek salon kecantikan milik Mulyatini (45), warga Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.

"Informasi tentang adanya kosmetik ilegal di Kecamatan Tanggul itu didapat informasi dari internet karena yang bersangkutan menjual dan mengedarkan kosmetik ilegal itu dalam jaringan (daring)," tuturnya di Jember.

Menurut dia, salon kecantikan milik warga Tanggul itu tidak hanya menjual kosmetik yang diduga berbahaya, tetapi juga menjadi tempat pembuatan produk kosmetik yang tidak memiliki izin edar.

"Modus yang dilakukan pelaku yakni dengan membeli satu botol produk kosmetik yang asli terlebih dulu, kemudian mengoplosnya dan dibagi menjadi beberapa botol kosmetik palsu," katanya.

Selain mencampur kosmetik yang asli dengan palsu, petugas juga menemukan sejumlah produk kosmetik yang diimpor secara ilegal, sehingga barang tersebut juga diamankan sebagai barang bukti tindak kejahatan Mulyatini.

" Polisi menyita puluhan dus berisi kosmetik kecantikan ilegal berbagai merk sebagai barang bukti dan seluruhnya dibawa ke Balai Besar BPOM di Surabaya untuk diteliti seberapa besar kandungan bahan berbahaya yang terdapat di dalamnya dan yang bersangkutan diproses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Pelaku yang membuat dan mengedarkan kosmetik berbahaya itu akan dijerat dengan pasal 196 dan 197 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile