Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mahasiswa Universitas Brawijaya Raih Penghargaan Internasional

Sabtu 06 Aug 2016 01:54 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Tim ALCANDEON dari Universitas Brawijaya

Tim ALCANDEON dari Universitas Brawijaya

Foto: UB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Limbah alumunium yang diolah menjadi deodorant karya mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) Malang meraih penghargaan internasional di ajang '2nd International Art Creativity and Engineering Exhibition'. Ketua tim penemu limbah alumunium yang disulap menjadi deodorant tersebut, Surya Diki, di Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/8) mengemukakan karyanya terinspirasi dari sulitnya limbah alumunium terdegradasi dari lingkungan. Namun di sisi lain alumunium merupakan salah satu unsur penyusun tawas, bahan dasar deodoran. "Limbah alumunium bisa didapatkan dari kaleng atau bekas alumunium foil pada kemasan obat dan minuman instan," kata Surya.

 

Ia menjelaskan proses pembuatan produk yang telah dikembangkan selama dua bulan di Laboratorium Sains Teknik Kimia UB tersebut dengan cara mengekstrak limbah alumunium dengan Kalium Hidrooksida (KOH). Kemudian direaksikan dengan Asam Sulfat (H2SO4) yang nantinya akan menghasilkan Kalium Aluminium Sulfat atau tawas. "Kelebihan produk ini tidak mengandung unsur klorin (CI) yang dapat menyebabkan iritasi kulit," tambah mahasiswa semester lima tersebut.

Menurut dia, alumunium juga berfungsi untuk mengecilkan pori-pori kulit sehingga tidak mengeluarkan keringat (antiperspirant). Dari hasil uji coba produk juga didapatkan hasil derajat keasaman pada kulit (PH) mencapai 3,9 atau sesuai dengan kondisi kulit manusia.

Biaya produksi deodoran yang berbahan baku limbah alumunium dan diberi nama Alumunium Cans Antiperspirant Deodorant (ALCANDEON) atau alat penghilang bau badan itu sekitar Rp 10 ribu per biji.  Penghargaan '2nd International Art Creativity & Engineering Exhibition' tersebut diselenggarakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) di Banda Aceh, 20 hingga 21 Juli 2016. Kegiatan tersebut telah diakui organisasi invention dunia World Invention Intellectual Property Associations (WIPA).

Tim ALCANDEON FT-UB terdiri dari Surya Diki Andrianto, Rachdian Rizqi Abadi, Septia Astuti, dan dibimbing oleh dosen Bambang Ismuyanto. Pada kompetisi ini mereka juga meraih penghargaan di bidang Environment berupa Gold Medal dan Special Award dari Association Innovation Award (AIA) Korea Selatan. Ajang ini diikuti 60 peserta baik dari siswa tingkat SMA/SMK maupun mahasiswa dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Kamboja, dan Korea Selatan.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile