Jumat 03 Mar 2017 23:07 WIB

Ketua MPR: Musyawarah Mufakat dan Keadilan Melemah

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan
Foto: ROL/Wisnu Aji Prasetiyo
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengungkapkan, kondisi pemahaman Pancasila bangsa Indonesia saat ini telah melemah. Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila seperti musyawarah mufakat dan keadilan sosial hampir tidak lagi diterapkan di tengah bangsa Indonesia.

"Musyawarah mufakat melemah, keadilan melemah, jadi sebenarnya Pancasila saat ini, apakah ada sesuatu di kita saat ini," ujar Zulkifli saat memberikan pidato dalam seminar Pemantapan Wawasan Kebangsaan XI bertajuk 'Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, sebagai Bingkai Perekat dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara' di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (3/3) malam.

Menurutnya, hal itu pula yang kemudian memunculkan sejumlah persoalan bangsa Indonesia saat ini, Bahkan tidak sedikit menimbulkan konflik sesama anak bangsa. Hal ini tidak selaras dengan kemajuan fisik yang dicapai Indonesia setelah hampir 19 tahun reformasi.

"Setelah reformasi, memang ada kemajuan, Raja Arab akui, Tiongkok, semua mengakui, banyak yang kita capai, kebebasan, bandara, pelabuhan, jalan jalan baru, otonomi daerah yang luas, itu kemajuan nggak dipungkiri, tapi ada juga persoalan pokok saat ini yg bikin gelisah di berbagai kalangan," katanya.

Baca juga,  MUI:  Berita Hoax tak Sesuai Nilai Pancasila.

Persoalan itu kata Zulkifli yang paling nampak belakangan ini adalah ramainya berita hoax maupun ujaran kebencian di media sosial (medsos). Ia pun menyayangkan kemajuan informasi dalam medsos, tersebut namun ternyata tidak diimbangi dengan pemahaman Pancasila yang utuh.

"Pancasila itu bergantinya sekarang di medsos, segala caci maki semua disitu, karena nggak ada lagi pemahaman Pancasila yang utuh, kalau yang mudanya resah mencari nilai lain, karena nggak dikasih ini (pemahaman Pancasila)," ujar Zul.

Karenanya, Zulkifli menilai, sumber persoalan pokok tersebut harus segera dibenahi dengan kembali kepada pemahaman Pancasila yang utuh. Ia pun menekankan pentingnya pemantapan pemahaman Pancasila, yang saat ini hampir tidak nampak lagi di kehidupan bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement