REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto membantah dengan keras perihal tuduhan tethadapnya dirinya terkait kasus proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Bahkan Ketua Umum Partai Golkar itu berani bersumpah atas nama tuhan bahwa dirinya tidak menerima uang dari hasil korupsi pengadaan KTP-el seperti yang dituduhkan.
Selain itu, pria yang akrab disapa Setnov itu juga menegaskan bahwa Partai Golkar telah menerima aliran dana KTP-el sebesar Rp 150 milyar.
"Saya, demi Allah kepada seluruh Indonesia bahwa saya tidak pernah menerima apapun dari KTP-el. Saya sampaikan, apa betul Golkar terima Rp150 miliar? Saya bilang itu durhaka, saya demi Allah, kepada kader Golkar saya tidak pernah terima apapun," tegas Novanto Setya saat memberi sambutan acara Rakornis Golkar di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, Kamis (9/3)
Selain itu, Setnov itu juga membantah bahwa dirinya pernah melakuan pertemuan dengan tersangka Nazarudin dalam kasus mega proyek KTP-el. Maka dari itu dia meminta pada seluruh kader Golkar untuk tidak menangapi isu-isu seperti ini. Kata Setnov, pernyataan itu disampaikannya untuk memberikan kekuatan untuk di daerah-daerah jangan sampai kita menghadapi isu.
"Yang pertama adalah tidak ada pertemuan-pertemuan yang di sampaikan didakwaan yang sudah beredar sebelumnya yaitu sodara Nazarudin, dan Anas itu tidak pernah ada. Untuk sekarang lah goda-godaan kita partai semakin baik, kita semakin menaik. Ini lah goda-godaan kita, jangan berkecil hati, kalau ada hal-hal yang kurang baik pada kita, kita harus solid, dan berakar," jelas Setnov.
Setnov mengaku sangat heran dengan media-media yang menyebut dirinya menerima uang sebesar Rp 543 milyar. Maka sebagai langkahnya, dia mengaku telah melakukan safari media untuk membantah dugaan korupsi KTP-el. Saat safari ke media ada dua hal yang dia sampaikan kepada media. Bahwa isi dakwaan tidak benar dan dia tidak menerima apapun dari KTP-el.