REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah mengatakan, pihaknya akan berdiri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika ada upaya melemahkan KPK. Pemuda Muhammadiyah juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan mengawasi kerja KPK dalam memberantas korupsi yang melibatkan nama-nama besar politisi.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, KPK harus terus waspada dalam membongkar kasus korupsi berjamaah pada proyek KTP Elektronik (KTP-El). Sebab, dikhawatirkan ada upaya politik alias manuver politik untuk melawan KPK. Hal ini pasti dan selalu dilakukan.
“Karena yang akan ditangkap menurut pengakuan ketua KPK adalah nama-nama besar, yang diduga terlibat dalam KTP-El,” kata Dahnil kepada Republika.co.id, Jumat (10/3).
Menurutnya, KPK juga tidak boleh kalah meski harus berhadapan dengan nama-nama besar politisi. Kasus KTP-El, Rumah Sakit Sumber Waras, dan Reklamasi Teluk Jakarta yang diduga melibatkan nama-nama besar politisi juga harus diselesaikan KPK sampai tuntas.
Ia menegaskan, ini adalah momentum untuk KPK menunjukkan komitmen di tengah upaya delegitimasi dan pelemahan KPK yang masif dilakukan. "Seperti melalui revisi UU KPK dan pelemahan dari dalam melalui demoralisasi," ujarnya.
Di tengah kepercayaan publik terhadap KPK pada titik terendah, dikatakan Dahnil, saat ini merupakan momentum KPK untuk menunjukkan mereka masih hadir untuk memberantas korupsi. Meski ada perlawanan keras dari para politisi yang melakukan tindakan korupsi.
Ia menegaskan, KPK juga harus yakin bahwa publik akan ada dibelakang mereka. Khususnya Pemuda Muhammadiyah yang akan berdiri bersama KPK bila ada upaya yang masif mendelegitimasi KPK. Oleh sebab itu, penting juga publik untuk ikut mengawal proses penanganan korupsi berjamaah ini. "Mari publik berjamaah dukung dan awasi kerja KPK," ujarnya.