Sabtu 10 Mar 2018 20:39 WIB

Sosok Mantan Bos Matahari di Mata Karyawan

Hari Darmawan dikenal rendah hati dan suka menyapa dengan karyawan.

Pengusaha dan pemilik Taman Wisata Matahari, Bogor, Hari Darmawan, ditemukan tewas di aliran Sungai Ciliwung, Bogor, Sabtu (10/3).
Foto: Humas Polres Bogor
Pengusaha dan pemilik Taman Wisata Matahari, Bogor, Hari Darmawan, ditemukan tewas di aliran Sungai Ciliwung, Bogor, Sabtu (10/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sosok Hari Darmawan pendiri Matahari di mata karyawan dikenal sebagai figur rendah hati dan suka memberikan keteladanan selama masa hidupnya.

"Beliau sosok yang kelewat sempurna, sangat dekat dengan karyawan, tidak ada jarak," kata Hendrawan salah satu karyawan Hari Darmawan saat ditemui di rumah duka Sinar Kasih, Kota Bogor, Sabtu (10/3) malam.

Hendrawan sudah 25 tahun bekerja sebagai karyawan Hari Darmawan. Mulai dari Matahari Departmen Store hingga kini ia menjadi General Manajer Super Roti yang juga didirikan oleh Hari. 

 

"Hal paling berkesan dari almarhum adalah jiwa sosialnya yang tinggi, sewaktu masih di Matahari petugas keamanan saja dia tegur, dan berinteraksi," kata Hendrawan.

Menurut dia, banyak hal-hal kecil yang dipelajari oleh karyawan dari sosok Hari Darmawan, seperti selalu menyapa karyawannya ketika masuk kerja, bahkan memungut sampah yang terjatuh di toko. "Kita kadang kalah cepat dari dia (Hari-red) untuk menyapa duluan," katanya.

Bagi Hendrawan, sosok Hari dilihat dari keteladanannya. Hari menerapkan pelayanan costumer service dengan pola top down atau dari atas ke bawah.

"Costumer service itu kan polanya down to up, tapi oleh almarhum dibalik, dari atas ke bawah, dia memberi contoh itu," katanya.

Hari Darmawan ditemukan meninggal dunia di pinggir Sungai Ciliwung, sekitar 100 meter dari lokasi vila tempat tinggal di kawasan Taman Wisata Matahari pagi pukul 06.30 WIB.

Menurut Hendrawan seluruh karyawan kaget dan sangat kehilangan dengan kepergian Hari yang begitu mendadak. Hari merupakan pendiri Matahari Departmen Store, tapi kini bukan lagi pemilik.  Ia kini mengelola Taman Wisata Matahari, dan berbagai bisnis lainnya seperti Superroti, dan Supermall.

Hari diterbangkan menuju Bali ke rumah tempat istri dan anak-anaknya tinggal, dan dikremasi akan dilakukan oleh pihak keluarga.

Sewaktu diinapkan di rumah duka Sinar Kasih untuk transit sebelum diterbangkan ke Bali, sejumlah kolega, serta rekan bisnis Hari Darmawan berdatangan mengucapkan bela sungkawa. Termasuk bos Lippo James Riadi.

Jenazah diinapkan dari pukul 11.30 sampai 16.00 untuk menunggu penerbangan. Hingga berita ini diturunkan jenazah sudah bersiap menuju Bali

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement