Senin 10 Dec 2018 21:27 WIB

Ketua TKD Jateng: Kampanye Pilpres Belum Memanas

Ketua TKD Jateng memprediksi kampanye pilpres mulai memanas pada Februari 2019.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Tengah Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Bambang Wuryanto mengatakan kampanye dari kedua kandidat Pilpres 2019, belum memanas atau mencapai pertarungan yang sesungguhnya. Bambang memprediksi kampanye akan memanas mulai Februari 2019.

"Ibarat sebuah lakon pewayangan, saat ini baru perang kembang, belum perang sesungguhnya. Baru pemanasan, tantang-tantangan," kata Ketua TKD Jateng Bambang Wuryanto di Semarang, Senin (10/12).

Ia menyebutkan elektabilitas kedua pasangan capres cenderung stagnan karena dua kubu belum benar-benar bertarung untuk meraih suara terbanyak pada pilpres mendatang. "Saya memperkirakan kompetisi sesungguhnya baru terjadi pada Februari, Maret, sampai April 2019. Itu baru benar-benar 'all out'," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, pada masa-masa tersebut, pertarungan memperebutkan suara mencapai eskalasi yang tinggi. "Tentu dengan catatan kedua kubu sama-sama punya pasukan dan logistik," kata pria yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Jateng itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang Pacul menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan selama dua bulan masa kampanye, tidak ada perubahan signifikan dari elektabilitas dua pasangan capres.

Sebelumnya, peneliti senior LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan pasangan Capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih di atas 20 persen.

Pasangan Capres Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas 53,2 persen dan Prabowo-Sandi 31,2 persen atau selisihnya adalah 22 persen, sedangkan 15,6 persen responden lainnya tidak menjawab.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement

Rekomendasi

Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement