REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - -Dua badan amal Prancis selamatkan 81 imigran di perairan Libya. Dengan ini sejak hari Jumat (9/8) mereka sudah menyelamatkan 211 imigran.
Doctors Without Borders dan SOS Mediterranean menggelar operasi gabungan dengan kapal penyelamat Norwegia Ocean Viking. Sebagian besar yang diselamatkan selama empat hari terakhir ini adalah laki-laki asal Sudan.
Termasuk 81 imigran yang diselamatkan dari kapal karet. Saksi mata di Ocean Viking melihat para laki-laki Sudan itu melambaikan tangan ke arah mereka dan bersorak ketika kapal tersebut mendekati mereka.
"Hanya kami di wilayah ini, penjaga pantai Libya tidak merespin," kata koordinator tim penyelamat SOS Mediterranean Nicholas Romaniuk, seperti dilansir dari Voice of America, Senin (12/8).
Romaniuk memprediksi akan lebih banyak lagi imigran yang akan meninggalkan Libya dalam beberapa hari terakhir. Karena saat ini cuaca sedang bagus dan Iduladha mengurangi jumlah polisi yang berpatroli di pantai-pantai Libya.
Sementara itu, organisasi kemanusiaan Spanyol Open Arms mengatakan 160 imigran yang diselamatkan. Sebanyak tiga orang 'membutuhkan perawatan medis'.
Pada Ahad (11/8) pendiri Open Arms Oscar sudah meminta bantuan kepada pemerintah Eropa. Terutama Italia yang paling dekat dengan pelabuhan penyelamatan.
"Hari kesepuluh di atas kapal pada hari Minggu di bulan Agustus yang panas, kami memiliki 160 alasan untuk terus melanjutkanya, ada 160 manusia yang memiliki hak untuk turun ke pelabuhan penyelamatan," kata Camps.