Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Astronom Klaim Temukan Galaksi Terjauh dari Bumi

Selasa 17 Dec 2019 02:08 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Dwi Murdaningsih

Astronom menemukan galaksi terjauh dengan instrumen ALMA. Foto: Galaksi (ilustrasi).

Astronom menemukan galaksi terjauh dengan instrumen ALMA. Foto: Galaksi (ilustrasi).

Foto: Science Alert
Galaksi terjauh ditemukan dengan instrumen ALMA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Astronom dari National Radio Astronomy Observatory (NRAO) berhasil menemukan galaksi terjauh dari bumi yang dinamakan MAMBO-9. Penemuan itu dilakukan dengan menggunakan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) atau teleskop radio astronomi interferometer yang berlokasi di gurun Atacama, Chili.

Baca Juga

Astronom melihat cahaya galaksi besar itu yang hanya berjarak 970 juta tahun setelah Big Bang. Ini adalah galaksi pembentuk bintang berdebu yang paling jauh yang pernah diamati.

Caitlin Casey dari University of Texas di Austin dan penulis utama penelitian mengatakan survei ALMA baru yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi galaksi pembentuk bintang berdebu di alam semesta awal. Istimewanya, ini adalah pengamatan galaksi berdebu paling jauh yang pernah kita lihat dengan cara yang tidak terhalang."

Dilansir dari techexplorist.com, Senin (16/12), disebutkan bahwa penemuan galaksi terjauh ini terbilang sulit lantaran cahayanya terhalang galaksi yang lebih dekat dengan bumi. Namun, para astronom yang menggunakan ALMA memanfaatkan galaksi dekat sebagai lensa gravitasi. Tapi sebagai kompensasinya, citra objek tak akan terlihat jelas sehingga sulit melihat detailnya.

Para astronom menemukan bahwa MAMBO-9 ini memiliki massa gas dan debu yang sangat besar. Sekitar sepuluh kali lebih banyak dari semua bintang di Bima Sakti. Ini menunjukkan bahwa galaksi itu belum membangun sebagian besar bintangnya.

Casey pun mengharapkan lebih banyak penemuan lebih lanjut dalam survei ALMA. Seperti pengetahuan tentang bagaiman terbentuknya, mengapa begitu awal terbentukya, dan mengapa galaksi itu sangat berdebu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile