REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Maruf Amin telah melalui 100 hari masa kerja. Meski begitu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa ia tidak memasang target 100 hari.
Alasannya, pemerintahan yang ia pimpin merupakan lanjutan dari sebelumnya dengan formasi dan program tak jauh berbeda.
"Saya sampaikan sejak awal tidak ada 100 hari, karena ini keberlanjutan dari periode pertama ke kedua. Nggak ada ini berhenti, terus mulai lagi," ujar Presiden Jokowi di Puspitek, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/1).
Terkait capaian-capaian dan pekerjaan rumah yang masih harus dikejar, Jokowi pun meminta masing-masing menteri bisa menjelaskannya langsung.
Presiden menegaskan, ia telah menyampaikan standar indikator kinerja (KPI/Key Performance Indicator) kepada setiap menteri dan kepala lembaga negara.
"Angka-angkanya jelas. Tanyakan langsung ke menteri-menteri. Semuanya harus berada di posisi speed tinggi karena kita memiliki target," kata Jokowi.
Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman menyebutkan bahwa pemerintahan Jokowi-Maruf memiliki lima target utama yang akan dilakukan hingga 2024 mendatang.
"Disebut pancakerja, yaitu yang pertama soal pengembangan sumber daya manusia, yang ke dua keberlanjutan infrastruktur, yang ketiga adalah penyederhanaan birokrasi, ke empat penyederhanaan regulasi, dan yang kelima adalah transformasi ekonomi," katanya.