Jumat 01 Jan 2021 13:52 WIB

Kuantitas dan Kualitas Layanan Kesehatan 2020 Meningkat

Apresiasi setinggi-tingginya kepada nakes yang telah berjuang mengatasi pandemi ini

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito Selama penanganan pandemi Covid-19 tahun 2020, salah satu upaya pemerintah memfokuskan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan untuk memastikan pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik dan sesuai standar.
Foto: istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito Selama penanganan pandemi Covid-19 tahun 2020, salah satu upaya pemerintah memfokuskan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan untuk memastikan pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik dan sesuai standar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Selama penanganan pandemi Covid-19 tahun 2020, salah satu upaya pemerintah memfokuskan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan untuk memastikan pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik dan sesuai standar. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan saat ini sudah ada 940 rumah sakit rujukan Covid-19. "Dengan jumlah total tempat tidur di ruang isolasi dan ICU sebanyak 45.023 tempat tidur," katanya dalam agenda keterangan pers "Covid-19 : Refleksi Akhir Tahun 2020 dan Menuju 2021" di Gedung BNPB, Kamis (31/12) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Secara persentase, tingkat pemanfaatan tempat tidur di ruang isolasi dan ICU Covid-19 tingkat nasional sudah mencapai 62,63 persen. Terdapat 5 provinsi dengan persentase pemanfaatan tertinggi. Yaitu Jawa Barat (77 persen), DI Yogyakarta (77 persen), Banten (77 persen), Jawa Timur (72 persen) dan Jawa Tengah (72 persen). 

Disamping itu, bukan hanya fokus pada penanganan pasien Covid-19, pemerintah juga berkomitmen terutama bagi para pahlawan kesehatan agar tidak ada lagi tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani pandemi Covid-19 di garda terdepan. Caranya dengan optimalisasi perlindungan dan keselamatan tenaga kesehatan. Hal ini diwujudkan dengan sebuah tim khusus yang memantau dan bertindak cepat dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas. 

Wiku juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para semua tenaga kesehatan di Indonesia yang bekerja keras setiap harinya menangani pandemi ini. "Terima kasih atas kerja keras dan semangat dari dokter, perawat, petugas laboratorium serta semua rekan petugas kesehatan di Indonesia," jelasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement