Ahad 17 Oct 2021 00:47 WIB

Nasihat Buya Anwar Abbas Soal Pinjol

Buya Anwar Abbas memberi nasihat soal pinjol..

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
...
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Nasihat Buya Anwar Abbas Soal Pinjol. Foto: Buya Anwar Abbas

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas menyoroti fenomena pinjol-pinjol nakal yang sedang marak terjadi. Untuk itu dia mengimbau kepada pemerintah untuk segera menindak tegas pelaku dan melakukan langkah-langkah preventif.

“Di samping langkah preventif oleh pihak Pemerintah dan OJK, tokoh-tokoh masyarakat juga harus bisa mengingatkan masyarakat luas agar tidak bersikap hedonistik. Ingatkan juga untuk hati-hati dalam berhubungan dengan pinjol,” kata Buya dalam rilis yang diterima Republika, Sabtu (16/10).

Baca Juga

Sebab dia menjelaskan, mayoritas yang terjerat pinjol pengusaha mikro dan ultra mikro. Untuk itu dia meminta peran dari Kementrian Koperasi dan UKM yang dibantu oleh lembaga keuangan mikro (LKM) dan LKM syariah untuk memberikan bantuan dan turun tangan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Koperasi dan UKM, disebutkan bahwa pada 25 juli 2020 sebanyak 50 persen sektor UMKM menutup usahanya, 88 persen usaha mikro tidak lagi memiliki kas padahal jumlah mereka  adalah 63.350.222 pelaku atau 98,68 persen dari total pelaku usaha yang ada.

“Agar masyarakat bisa memiliki pengetahuan serta tidak berhubungan dengan pinjol-pinjol yang perilakunya bahkan lebih jahat  dari lintah lintah darat yang kita kenal selama ini,” kata dia.

Dia pun mendesak kepada pemerintah untuk mengalokasikan dana yang cukup besar bagi membantu dan meminjami para korban pinjol. Hal ini dengan harapan jika usaha mereka bisa berjalan dan maju, maka kehidupan ekonomi secara nasional dinilai tentu akan kembali menggeliat.

“Bahkan hal demikian akan bisa mendorong dan memperbesar kelas menengah sehingga daya beli masyarakat kita  secara nasional tentu akan meningkat dan itu jelas saja sangat kita harapkan,” kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement