Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wapres Minta Mobilitas Tinggi Masyarakat Diwaspadai

Rabu 17 Nov 2021 11:25 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Mas Alamil Huda

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memimpin Rapat tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pelayanan Publik di Provinsi Sumatera Utara, Rabu (17/11).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memimpin Rapat tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pelayanan Publik di Provinsi Sumatera Utara, Rabu (17/11).

Foto: Republika/fauziah mursid
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sebagai dampak penurunan level PPKM di berbagai daerah. Wapres pun meminta semua pihak mewaspadai peningkatan mobilitas ini agar tidak membuka peluang lonjakan kasus Covid-19.

"Sekarang ini perlu kita waspadai, karena ada penurunan level dan juga penurunan konfirmasi yang semakin rendah, mengakibatkan mobilisasi masyarakat tinggi," kata Wapres saat memberi arahan di rapat tentang pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik di Sumatra Utara, Rabu (17/11).

Baca Juga

Karena itu, ia menegaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan, akselerasi vaksinasi Covid-19 dan juga penggunaan aplikasi PeduliLindungi di berbagai tempat. Sebab, kombinasi ketiganya bisa mencegah terjadinya penularan Covid-19.

"Saya ingin mengingatkan tentang penangangan Covid-19, khususnya dalam vaksinasi supaya dipercepat. Karena tantangan kita ini adalah walaupun sekarang sudah melandai tapi kita antisipasi kemungkinan datangnya gelombang ketiga," katanya.

Apalagi, lanjut Wapres, munculnya varian baru Delta saat ini yang sudah masuk di beberapa negara Eropa, Malaysia, dan Singapura. "Sekarang merambat di Eropa, bahkan sudah sampai di Malaysia, Singapura, Sumatra Utara ini sangat dekat dengan Malaysia dan Singapura, karena itu kita antisipasi," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile