Rabu 01 Dec 2021 08:48 WIB

MUI Targetkan Rp 87 Miliar Bangun RSI di Hebron

MUI teken nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Hebron.

Rep: Andrian Saputra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan (kedua kiri) disaksikan sejumlah pengurus dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri Muhsin Syihab (kedua kanan) saat penandatanganan MoU bersama Walikota Hebron Palestina yang digelar secara hybrid di Kantor MUI, Jakarta, Senin (29/11). Majelis Ulama Indonesia melakukan penandatanganan MoU kerjasama dengan Walikota Hebron Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) dengan biaya mencapai Rp87 miliar yang dihasilkan dari donasi sejumlah lembaga dan masyarakat Indonesia. Saat ini dana  yang sudah terkumpul untuk pembangunanan RSIH mencapai Rp24,7 miliar. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan (kedua kiri) disaksikan sejumlah pengurus dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri Muhsin Syihab (kedua kanan) saat penandatanganan MoU bersama Walikota Hebron Palestina yang digelar secara hybrid di Kantor MUI, Jakarta, Senin (29/11). Majelis Ulama Indonesia melakukan penandatanganan MoU kerjasama dengan Walikota Hebron Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) dengan biaya mencapai Rp87 miliar yang dihasilkan dari donasi sejumlah lembaga dan masyarakat Indonesia. Saat ini dana yang sudah terkumpul untuk pembangunanan RSIH mencapai Rp24,7 miliar. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Kota Hebron, Palestina menandatangani nota kesepahaman proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia-Hebron yang digelar secara hybrid pada Senin (29/11). Ini menjadi rumah sakit Indonesia yang kedua yang dibangun di Palestina. Pada 2015, sejumlah lembaga filantropi Indonesia telah berhasil membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang masih terus beroperasi hingga saat ini. 

Ketua panitia pembangunan RS Indonesia di Hebron, KH Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan rumah sakit akan dibangun di atas tanah seluas 4000 meter persegi di kota Hebron. Pembiayaan pembangunan RS Indonesia di Hebron ditargetkan mencapai Rp 87 miliar. 

 Menurut Kiai Sudarnoto, sejak Mei lalu MUI telah melakukan aksi penggalangan dana untuk mempercepat pencapaian pengumpulan dana pembangunan RS Indonesia di Hebron. MUI pun menggandeng organisasi keagamaan, majelis taklim, lembaga filantropi, tokoh dan ulama, serta publik figur untuk bahu membahu mensukseskan pembangunan RS Indonesia di Hebron. Kiai Sudarnoto mengatakan hingga hari ini jumlah bantuan dana yang telah diterima senilai Rp 24.754.130.225. 

MUI menerima dana dari  Lazismu Rp 1 miliar, Dewan Masjid Indonesia Rp 1 miliar, Ustaz Adi Hidayat Rp 14,3 miliar, MUI dan masyarakat Haurgeulis Rp 30 juta, MUI Provinsi Bali Rp 43,1 juta, Sekolah Indonesia Jeddah Rp 64,1 juta, Laznas Al Azhar Jakarta Rp 500 juta, Majelis Zikir Tastafi Aceh Rp 106 juta, Dai Rantau Minang Rp 15 juta, Wahdah Islamiyyah Rp 1 miliar, You Tuber Fadil Jaidi dan Kita Bisa Rp 3 miliar, Jamiyah Mutakhirijin Ma'ahid Indonesia Malaysia Rp 50 juta, Dompet Dhuafa Rp 41 juta. Selain itu, masih terdapat donasi dari pengurus MUI, komunitas dan elemen masyarakat lainnya. 

Di samping itu, Sudarnoto juga mengungkapkan MUI  telah menyerahkan donasi senilai Rp 3 miliar untuk membantu warga Palestina yang menjadi korban kekerasan Israel di jalur gaza. "Kami akan terus menggalang dana hingga mencapai 86 miliar dan menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron ini," kata Sudarnoto  

Wali Kota Hebron, Tayseer Abu Sneineh menyambut baik proyek pembangunan RS Indonesia di Hebron. Menurut dia, RS Indonesia di Hebron akan sangat membantu rakyat Palestina yang kini kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena minimnya fasilitas kesehatan.  Tayseer mengatakan sebagai kota peradaban dunia dan tulang punggung perekonomian Palestina, Hebron menghadapi berbagai tantangan akibat penjajahan Israel. Wilayah Hebron mendapat penjagaan ketat dari pasukan Israel yang membuat warga Palestina tidak leluasa beraktivitas. Menurut Tayseer ada sekitar 120 titik penutupan di  yang dilakukan militer Israel yang telah berdampak pada fasilitas-fasilitas di kota Hebron. 

Belum lagi serangan-serangan Israel yang juga menyasar warga sipil. Hingga persoalan pembangunan pemukiman ilegal oleh Yahudi ekstrimis dan pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina oleh militer Israel. Masyarakat Hebron pun kesulitan mengakses kebutuhan sehari-hari karena militer Israel menutup ratusan toko di kota itu. 

"Berdirinya Rumah Sakit Indonesia ini sangat diperlukan sekali. Letaknya 500 meter dari haram al ibrahimi, rumah sakit ini untuk seluruh rakyat Palestina. Ini juga membantu membuka lapangan pekerjaan bagi para dokter. Kami sampaikan terima kasih kepada Indonesia," kata dia.

 

 
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement