Kamis 16 Dec 2021 17:39 WIB

Survei: Prabowo dan Ganjar Berebut Posisi Capres Unggulan

Sebelumnya, dua lembaga survei mengunggulkan Prabowo sebagai capres pada Pemilu 2024..

Rep: Antara, Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita
...
Foto: Pixabay
Survei yang dilakukan oleh Voxpopuli Research Center menunjukkan bahwa Prabowo Subianto saling berebut posisi terdepan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam hal calon presiden (capres) unggulan 2024. (Foto:Ilustrasi kandidat)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei yang dilakukan oleh Voxpopuli Research Center menunjukkan bahwa Prabowo Subianto saling berebut posisi terdepan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam hal calon presiden (capres) unggulan 2024. Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan Prabowo unggul dengan elektabilitas 19,3 persen terpaut tipis dari Ganjar sebesar 19,1 persen.

"Persaingan ketat memperebutkan peringkat pertama dalam bursa calon presiden terjadi antara Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo," kata Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/12).

Baca Juga

Jika dilihat dari posisi lima besar, kekuatan Prabowo dan Ganjar jauh melampaui nama-nama yang lain. Pada urutan berikutnya ada nama Anies Baswedan dengan raihan elektabilitas 10,8 persen, Ridwan Kamil 10,0 persen dan Sandiaga Uno 7,2 persen.

"Prabowo dan Ganjar berebut posisi unggulan dalam bursa capres 2024," kata Achmad Subadja.

Menurut Achmad, besar peluang akan terjadi satu lawan satu atau "head to head" jika kedua tokoh tersebut bertarung dalam pemilu mendatang. Kalaupun ada calon ketiga, kekuatannya masih jauh di bawah Prabowo dan Ganjar.

Hanya saja, baik Prabowo maupun Ganjar masih memiliki elektabilitas kurang dari 20 persen. Tren dukungan terhadap Prabowo cenderung stabil, sedangkan Ganjar berpeluang meningkatkan elektabilitasnya, kata dia.

"Yang diperlukan adalah figur pasangan calon wakil presiden yang dapat memperkuat dukungan publik dan menggalang koalisi partai-partai pengusung," ujarnya.

Survei yang dilakukannya juga menampilkan sejumlah nama yang menempati posisi papan tengah maupun bawah dan dapat dipertimbangkan untuk 2024. Pada papan tengah, ada Tri Rismaharini dengan elektabilitas 5,0 persen, Erick Thohir 4,6 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 4,0 persen. 

Baca Juga:

Selain itu, ada pula Khofifah Indar Parawansa 2,7 persen dan Giring Ganesha 2,5 persen. Pada papan bawah ada nama Puan Maharani 1,5 persen, Mahfud MD 1,1 persen dan Airlangga Hartarto 1,0 persen. 

Nama-nama lainnya masih di bawah satu persen, sedangkan sisanya tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 10,16 persen. "Meskipun berada di papan bawah, Puan dan Airlangga merepresentasikan dua partai politik besar yaitu PDIP dan Golkar," ujarnya.

Prabowo, ujarnya, digadang-gadang bakal berpasangan dengan Puan Maharani yang didukung oleh poros PDIP dan Gerindra. Sementara, Ganjar memiliki peluang menggandeng nama-nama seperti Airlangga Hartarto, Erick Thohir atau Ridwan Kamil. "Hanya saja, Ganjar masih harus memastikan dukungan dari PDIP atau terpaksa maju dengan kendaraan parpol lain," kata dia.

Sementara itu, Anies Baswedan mungkin berpasangan dengan Sandiaga Uno atau Agus Harimurti Yudhoyono. Selain itu, arah dukungan dari Nasdem memungkinkan Anies membangun poros ketiga.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 1 hingga 10 Desember 2021 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Deklarasi Dini Koalisi dan Manuver Cepat Capres 

Sebelumnya, dua lembaga survei, yakni Indonesian Publik Review (IPR) dan Poligov, mengunggulkan nama Prabowo sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 mendatang. Dalam survei IPR, Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra kembali meraih elektabilitas tertinggi sebesar 23 persen. 

Prabowo mengungguli elektabilitas sejumlah tokoh politik lainnya seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 13,7 persen, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 13,4 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 10,1 persen, dan Menparekraf Sandiaga Uno 10 persen. "Dalam pertanyaan tentang elektabilitas posisi pertama masih dikuasai Prabowo yang terus ditempel oleh Anies dan Ganjar. Persaingan semakin menarik dengan mulai mendekatnya Ridwan Kamil dan Sandiaga ke posisi dua dan tiga," kata Direktur Eksekutif IPR Putro Mas Gunawan.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo juga unggul dalam survei terkini Poligov sebesar 25,5 persen. Posisi selanjutnya ditempati Ganjar Pranowo 19,1 persen, Anies Baswedan 18,3 persen, Ridwan Kamil sebesar 12,7 persen, dan Sandiaga Uno 9,6 persen.

Sementara itu, survei yang dilakukan oleh Lembaga Analis dan Konsultan Sosial Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) menunjukkan tiga kandidat capres berada di posisi teratas, yakni Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan. Elektabilitas Ganjar Pranowo sebesar 16 persen. 

Disusul Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mencapai 14 persen, dan posisi ketiga ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendapatkan 13,33 persen.Kemudian, Sandiaga Uno mendapatkan 6,93 persen, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 6,25 persen, sedangkan Prabowo Subianto harus rela keluar dari posisi 5 besar karena hanya mendapatkan 6 persen.

Sementara itu, survei yang dilakukan oleh Indonesia Network Election Survei (INES) menunjukkan harapan responden terhadap capres berikutnya, yakni kandidat yang bisa meneruskan program Presiden Joko Widodo (Jokowi), mampu memulihkan perekonomian masyarakat akibat dampak Covid-19, serta tegas dan berwibawa.

Baca Juga: PPP Lirik Capres Nonparpol, dari Erick, Anies, Hingga Emil 

Peneliti Maarif Institute Jakarta Endang Tirtana memaparkan tiga kelompok calon presiden (capres) yang berpotensi besar maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024. "Pertama, tokoh dengan dukungan kuat partai dan memiliki jabatan publik serta elektabilitasnya tinggi," kata dia.

Khusus kelompok tersebut, ia merujuk kepada nama Prabowo Subianto yakni Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin saat ini. "Prabowo menjadi satu-satunya nama, sehingga tidak heran jika Gerindra yakin untuk kembali mengusung Prabowo sebagai capres," kata dia.

Kedua, tokoh-tokoh dengan dukungan kuat partai dan memiliki jabatan publik, tetapi elektabilitasnya rendah atau sedang. Tokoh itu merujuk kepada Puan Maharani, Airlangga Hartarto dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Terakhir, kelompok atau tokoh-tokoh minim dukungan partai dan memiliki jabatan publik dan elektabilitas tinggi atau sedang. Sebagai contoh Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno dan Erick Thohir. "Mereka berpeluang menjadi kuda hitam, baik sebagai capres ataupun cawapres dengan menjaga elektabilitas serta merebut dukungan partai-partai," ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement