Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Skenario Terburuk: Sedang Isoman, Nakes akan Diperbantukan untuk Layani Telemedisin

Ahad 13 Feb 2022 22:56 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Reiny Dwinanda

Penampilan teaterikal yang menggambarkan perjuangan tenaga kesehatan dalam mengangani Covid-19 saat peresmian Monumen Pahlawan Covid-19, di Jalan Surapati, Kota Bandung, Sabtu (4/12/2021). Kemenkes sedang menyusun langkah antisipasi terhadap skenario terburuk yang mungkin dialami tenaga kesehatan (nakes) saat gelombang pasang kasus omicron melanda Indonesia.

Penampilan teaterikal yang menggambarkan perjuangan tenaga kesehatan dalam mengangani Covid-19 saat peresmian Monumen Pahlawan Covid-19, di Jalan Surapati, Kota Bandung, Sabtu (4/12/2021). Kemenkes sedang menyusun langkah antisipasi terhadap skenario terburuk yang mungkin dialami tenaga kesehatan (nakes) saat gelombang pasang kasus omicron melanda Indonesia.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Kemenkes susun langkah antisipasi skenario terburuk yang mungkin dialami nakes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun langkah antisipasi terhadap skenario terburuk yang mungkin dialami para tenaga kesehatan (nakes) di tengah lonjakan kasus omicron. Meski begitu, sejauh ini kekurangan nakes masih dapat diatasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan melalui pengaturan sumber daya manusia sehingga tidak berdampak pada pelayanan kesehatan.

 

"Strategi internal rumah sakit dapat dilakukan dengan pengaturan jadwal sif dan mobilisasi tenaga kesehatan dari unit lain untuk membantu pelayanan di layanan Covid-19," jelas Nadia dalam keterangannya, Senin (14/2/2022).

Baca Juga

Selain itu, menurut Nadia, penyediaan transportasi antar jemput dan akomodasi untuk staf juga perlu dilakukan. Rumah sakit juga direkomendasikan mengurangi atau menunda layanan non emergensi serta meningkatkan layanan telemedisin.

Tenaga kesehatan maupun dokter yang sedang melaksanakan isolasi mandiri karena tanpa gejala akan bisa diperbantukan untuk menjalankan konsultasi telemedisin pada pasien Covid-19 yang menjalankan isoman. Selanjutnya, strategi eksternal rumah sakit dilakukan salah satunya dengan mobilisasi relawan, baik dari koas maupun peserta program pendidikan dokter spesialis.

"Kami berkoordinasi dengan organisasi profesi dalam penyediaan tenaga cadangan untuk membantu, memobilisasi tenaga kesehatan rumah sakit dari wilayah kasus Covid-19 rendah ke tinggi, memobilisasi mahasiswa akhir di institusi pendidikan kesehatan terutama membantu dalam administrasi, memobilisasi tenaga kesehatan yang bertugas di non faskes atau administrasi kesehatan untuk membantu merawat pasien Covid-19 dengan dipayungi oleh regulasi izin praktik," jelas Nadia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile