Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jual Hasil Tes Covid-19 Palsu, Pegawai Bandara dan Kelurahan Diciduk Polisi

Jumat 25 Feb 2022 10:17 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Nur Aini

Tes usap Covid-19, ilustrasi. Jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap empat orang pelaku pemalsuan surat hasil usap PCR hingga Antigen Covid-19 yang bisa terkoneksi dengan aplikasi Peduli-Lindungi.

Tes usap Covid-19, ilustrasi. Jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap empat orang pelaku pemalsuan surat hasil usap PCR hingga Antigen Covid-19 yang bisa terkoneksi dengan aplikasi Peduli-Lindungi.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Tersangka bisa mengkoneksikan hasil tes Covid-19 palsu ke aplikasi Peduli-Lindungi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap empat orang pelaku pemalsuan surat hasil usap PCR hingga Antigen Covid-19 yang bisa terkoneksi dengan aplikasi Peduli-Lindungi. Tiga pelaku berinisial MSF, S HF merupakan pertugas Bandara dan AR adalah oknum pegawai honorer kelurahan.

 

"Kita berhasil mengungkap praktik ilegal surat keterangan PCR maupun Antigen yang palsu di wilayah Bandara Soekarno-Hatta, kita berhasil amankan 4 orang tersangka," ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Sigit Dany Setiono dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga

Menurut Sigit para pelaku itu mengincar masyarakat yang tidak memiliki surat tes Covid-19, syarat utama perjalanan melalui udara. Dalam pengakuannya, mereka sudah menjalankan aksinya sejak lima bulan lalu. Bahkan pada Februari, mereka telah mengeluarkan ratusan surat, dengan harga Rp 200 ribu -300 ribu per surat.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Rahardian, salah satu pelaku berinisial AR berperan menghubungkan hasil PCR atau Antigen palsu itu ke aplikasi Peduli-Lindungi. AR mengaku belajar otodidak dari internet untuk menyambungkan hasilnya itu ke aplikasi tersebut.

"Kalau prosesnya cepat, sekarang sudah digital, via hp kirim selesai. Hanya tunjukkan bukti di PeduliLindungi negatif. Si tersangka 4 ini yang tahu caranya masuk ke PeduliLindungi," ungkap Rahardian.

Baca juga:

Sebanyak 2000 Ekor Kucing Disterilisasi Setiap Tahunnya

UNHCR Minta Negara Tetangga Ukraina Buka Perbatasan

Wagub Riza Minta Warisan Program Anies Dilanjutkan pada 2023

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile