Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Surya Paloh Tegaskan Nasdem Tolak Penundaan Pemilu 2024

Selasa 01 Mar 2022 04:10 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Paloh menolak wacana penundaan Pemilihan Umum 2024 yang dinilai melanggar konstitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan bahwa partainya lahir dari semangat reformasi. Karena itu, ia tegas menolak wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang dinilai melanggar konstitusi.

"Ketika ingin menempatkan kepentingan bangsa, maka kita akan menempatkan sesuai konstitusi. Nah, kalau konstitusinya berbicara seperti itu (dua periode), maka Nasdem akan berada paling depan (mematuhi aturan)," ujar Surya lewat keterangan resminya, Selasa (1/3).

Baca Juga

Dalam Pasal 22E Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menjelaskan, pemilihan umum dilakukan untuk memilih anggota DPR, DPD, Presiden, dan Wakil Presiden. Serta DPRD yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Partai Nasdem, Paloh menegaskan, teguh memegang aturan bernegara yang merujuk konstitusi yang ada. Ia juga mengajak kepada para elite partai politik untuk mematuhi konstitusi. "Tentu kita mengajak semua pihak, untuk tetap menggelar Pemilu," ujar Surya.

Selain itu, ia tak melihat adanya alasan untuk menunda Pemilu 2024. Menurut dia, penundaan dapat dilakukan jika adanya keadaan yang genting, seperti perang dan bencana alam yang luar biasa terjadi.

Namun, faktanya, kondisi negara saat ini dalam keadaan kondusif dan baik-baik saja. Sistem perekonomian juga menunjukkan tren positif dan penanganan pandemi Covid-19 terus membaik setiap waktunya.

Ia mendorong kepada seluruh kader Partai Nasdem agar mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 tepat pada waktunya. Seluruh kader partainya juga diminta tak menanggapi isu perpanjangan masa jabat presiden.

"Sistem negara kita demokrasi, yang mana demokrasi superliberal. Kalau baru exercise gini dan lempar-lempar kecil ya Nasdem pahami itu, jadi belum tertarik bahas ini secara serius," ujar Paloh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile