Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Belum Lama Menjabat Mendag, Zulhas Ditegur Jokowi Agar Fokus

Rabu 13 Jul 2022 06:15 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengenalkan Minyak Kita kepada anggota Komisi VI DPR, Selasa (5/7/2022). Belakangan Zulhas ditegur Presiden Jokowi terkait aksinya bagi-bagi minyak goreng gratis namun berbau kampanye politik. (ilustrasi)

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengenalkan Minyak Kita kepada anggota Komisi VI DPR, Selasa (5/7/2022). Belakangan Zulhas ditegur Presiden Jokowi terkait aksinya bagi-bagi minyak goreng gratis namun berbau kampanye politik. (ilustrasi)

Foto: Istimewa
Jokowi menegur Zulkufli Hasan soal aksi bagi-bagi minyak goreng berbau kampanye.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dessy Suciati Saputri, Nawir Arsyad Akbar, Alkhaledi Kurnialam, Febrianto Adi Saputro

 

Baru sebulan menjabat sebagai menteri perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mendapatka teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Video viral Zulhas bagi-bagi minyak goreng di Lampung sambil mengkampanyekan putrinya sebagai calon anggota legislatif menjadi penyebabnya.

Baca Juga

Sebelumnya, video Zulhas membagikan minyak goreng dengan merek besutan Kemendag, MinyaKita, untuk masyarakat di pasar murah yang diselenggarakan PAN di Kecamatan Telukbetung Timur, Lampung pada Sabtu (9/7/2022) viral. Minyak goreng kemasan satu liter tersebut dapat dibeli oleh warga dengan harga Rp 10 ribu.

Namun, Zulkifli saat itu menggratiskan minyak goreng tersebut dan berpesan kepada masyarakat agar memilih anaknya yang merupakan calon legislatif PAN Dapil Lampung 1, Futri Zulya Savitri.

 “Uangnya enggak usah, dikantongin ajah. Rp 10 ribu yang nanggung Futri. Kasih uangnya. Nanti pilih Futri, ada deh ginian dua bulan sekali,” kata Zulkifli.

Presiden Jokowi pun menegur Zulkifli Hasan agar fokus dalam bekerja mengurusi berbagai masalah pangan dan kebutuhan pokok nasional. Hal itu diutarakan Jokowi saat mengunjungi Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Selasa (12/7/2022).

“Saya minta semua menteri fokus bekerja. Kalau menteri perdagangan yang paling penting urus seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp 14 ribu atau di bawah Rp 14 ribu. Paling penting itu, tugas dari saya itu,” kata Jokowi di 

Jokowi mengatakan, kegiatan Zulkifli Hasan saat itu dilakukan untuk mengecek berbagai harga kebutuhan pokok, utamanya minyak goreng curah. Begitupun dengan kegiatan yang dilakukannya pada pagi hari ini. Ia juga mengaku tengah mengecek harga minyak goreng curah di pasar.

“Jadi ke pasar-pasar adalah dalam rangka mengecek, saya pun sama mengecek minyak goreng utamanya ini yang kita cek itu minyak curah lho ya. Jangan sekali-kali lari ke minyak kemasan yang premium, yang kita cek adalah minyak goreng curah agar harganya di angka di Rp 14 ribu atau di bawahnya,” jelasnya.

Saat ini, tambahnya, harga minyak goreng di berbagai pasar di Pulau Jawa sudah menyentuh sekitar Rp 14 ribu. Sedangkan di luar Pulau Jawa masih berada di atas Rp 14 ribu.

“Ya satu persatu kita selesaikan,” tambahnya.

Peringatan Jokowi agar menteri fokus bekerja tak hanya ditujukan untuk Menteri Perdagangan, namun juga kepada seluruh jajaran menteri di kabinetnya.

“Sama, semuanya harus fokus bekerja utamanya yang berkaitan energi sama pangan. Itu penting,” ujarnya.

Aksi Zulhas bagi-bagi migor sekaligus kampanye juga menuai kritik dari kalangan politisi. Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Mulyanto mengatakan, tindakan yang dilakukan Zulhas yang mengkampanyekan anaknya tidaklah etis.

"Ini contoh yang tidak baik bagi publik dalam kerangka good governance. Dukungan publik kepada pemerintah akan lemah kalau ini terus dilakukan," ujar Mulyanto lewat keterangan tertulisnya, Selasa (12/7/2022).

Menurut Mulyanto, Zulkifli sebagai pejabat publik harus lebih bijaksana terkait dengan sosialisasi minyak goreng MinyaKita. Jangan menggunakan program tersebut untuk kepentingan politik pribadi, keluarga, ataupun partai politik.

"Mendag tidak mencampuradukan urusan pengelolaan negara dengan urusan politik pribadi atau keluarga. Jangan sampai program migor MinyaKita ini menuai pesimisme publik," ujar Mulyanto.

Mulyanto menyarankan, Zulhas sebaiknya fokus mendistribusikan Minyakita ke daerah terpencil, khususnya Wilayah Indonesia Timur yang selama ini tidak terjangkau minyak goreng curah. Sehingga di daerah tersebut benar-benar harga minyak goreng bisa mencapai HET.

 

"Mendag jangan mendistribusikannya di wilayah yang justru mudah terjangkau migor curah biasa. Ini kan tidak konsisten," ujar Mulyanto.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile