Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mantan Agen Ungkap Van de Beek Dianaktirikan MU dan Memanjakan Pogba

Jumat 30 Sep 2022 01:39 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar

 Pemain Manchester United Donny van der Beek, kanan, bersiap untuk memasuki lapangan saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu (11/9).

Pemain Manchester United Donny van der Beek, kanan, bersiap untuk memasuki lapangan saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu (11/9).

Foto: AP/Rui Vieira
Guido Albres mengungkapkan bagaimana frustasinya Van de Beek di MU

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER --Mantan agen sebut tidak tega Donny van de Beek kesulitan berjuang di Old Trafford.

Guido Albres mengungkapkan bagaimana frustasinya Van de Beek di United, dan melihat Paul Pogba lebih dipilih dibandingkan dirinya. Padahal, kata dia, Pogba selama ini kurang disiplin.

''Saya melihat kekecewaan bagaimana dia diperlakukan oleh Manchester United dan melihat dekat apa yang dia lakukan untuk membalikan keadaan. Tapi saat dia tidak diizinkan meninggalkan Manchester United lagi, semuanya telah berakhir,'' kata Guido, dikutip dari Tribalfootball, Jumat (30/9).

Guido mengatakan, selama ini mantan pemain Ajax itu sangat diapresiasi di Belanda, tampil bagus dan sangat populer di kalangan penggemar. Namun sejak pindah ke United, ia sangat jarang dimainkan. Situasi itu membuat hubungannya dengan klub menjadi sangat buruk.

Apalagi, dia harus bersaing dengan Pogba, yang kerap terlambat datang latihan. Pogba selalu minta maaf dan kemudian diizinkan bermain lagi oleh pelatih, dibandingkan Van de Beek yang berlatih sepuluh jam sehari selama delapan pekan untuk menunjukan bahwa dia cukup baik.

''Kemudian saya mengalami kekecewaan itu. Saya meremehkan apa yang diakibatkan kurangnya waktu bermain terhadap mentalnya. Saya seharusnya berpikir lebih awal, 'bagaimana saya bisa membantunya'?'' ujar Guido.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile