Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

4 Saham Blue Chip Diprediksi Raih Untung Kala IHSG Menguat

Rabu 05 Oct 2022 02:47 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (5/10). IHSG dibuka naik ke posisi 7.072,29 dan kembali menembus ke level di atas 7.100.  BBNI dan PGAS di antara beberapa saham blue chip yang direkomendasikan BUY

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (5/10). IHSG dibuka naik ke posisi 7.072,29 dan kembali menembus ke level di atas 7.100. BBNI dan PGAS di antara beberapa saham blue chip yang direkomendasikan BUY

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
BBNI dan PGAS di antara beberapa saham blue chip yang direkomendasikan BUY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (5/10). IHSG dibuka naik ke posisi 7.072,29 dan kembali menembus ke level di atas 7.100. 

BNI Sekuritas memproyeksi peluang kenaikan bagi IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, indikator berada di area oversold & closing di atas 5-Day MA. 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG berada dalam trend bearish, selama di bawah 7.148. Sementara IHSG ditutup di atas 5 day MA (7.047). 

Indikator MACD menunjukkan netral, stochastic di area oversold, telah break pola bearish channel, candle bullish engulfing. Selama di atas support 7.047, IHSG masih berpeluang bullish, dengan target 7.149/7.250.

“Level resistance pada perdagangan hari ini di level 7.101, 7.149, 7.178, 7.256 dengan support di level 7.049, 7.000, 6.968, 6.925. Perkiraan range pada perdagangan Rabu (5/10) berada di 7.030 - 7.140,” tulis Andri dalam riset, Rabu (5/10)

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, pada perdagangan Selasa (4/10) bursa regional Asia Pasifik mengalami penguatan mengikuti kenaikan bursa Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya. Beberapa bursa seperti Kospi dan Nikkei mencatat kenaikan yang signifikan masing-masing 2,50 persen dan 2,96 persen.

Bank Sentral Australia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps), di bawah ekspektasi. Hari ini Korea Selatan akan mengumumkan inflasi untuk September 2022 yang diperkirakan mencapai 5,7 persen year-on-year (YoY)

Dari AS, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan 2,80 persen, S&P 500 naik 3,06 persen. Bahkan indeks Nasdaq menguat lebih tinggi, yakni sebesar 3,34 persen. Yield atau imbal hasil treasury AS 10 tahun turun ke level 3,63 persen dibandingkan dari yield pada pekan lalu yang pernah mencapai lebih dari 4 persen

BNI Sekuritas pun merekomendasikan secara teknikal sejumlah saham blue chip yang layak dikoleksi. 

1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Resistance : Rp 8.900, Rp 9.000, Rp 9.100, Rp 9.250. 

Support: Rp 8.750, Rp 8.650, Rp 8.500, Rp 8.350. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 9.000, Rp 9.200. Stop loss di bawah Rp 8.650.

2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Resistance : Rp 1.775, Rp 1.810, Rp 1.840, Rp 1.890. 

Support: Rp 1.740, Rp 1.715, Rp 1.680, Rp 1.645. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 1.810, Rp 1.840. Stop loss di bawah Rp 1.700.

3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Resistance : Rp 4.040, Rp 4.100, Rp 4.170, Rp 4.260.

Support: Rp 3.880, Rp 3.800, Rp 3.720, Rp 3.610. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 4.100, Rp 4.170. Stop loss di bawah Rp 3.800.

4. PT Adaro Minerals Tbk (ADMR)

Resistance : Rp 1.890, Rp 1.920, Rp 1.965, Rp 2.050. 

Support: Rp 1.855, Rp 1.925, Rp 1.750, Rp 1.690.

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 1.900, Rp 1.920. Stop loss di bawah Rp 1.800.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile