Genjata senjata di Libya dibahas di Moskow dengan perantara Rusia dan Turki.Foto ilustrasi kerusakan akibat perang sipil di Libya.

Khalifah Haftar Libya Tinggalkan Moskow tanpa Kesepakatan

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Khalifah Haftar meninggalkan Moskow tanpa menandatangani gencatan senjata. Rusia dan Turki mengajukan gencatan senjata demi mengakhiri perang sipil terjadi di Libya. Kepala Pemerintahan Libya di Tripoli yang diakui PBB, Fayez Sarraj, dan rivalnya Khalifa Haftar datang ke Moskow pada Senin (13/1) kemarin. Mereka membahas gencatan senjata bersama diplomat tinggi dan perwira militer dari Rusia dan Turki. Pembicaraan itu berlangsung selama...

Anggota gerilyawan antipemerintah memegang senjata antiserangan udara di depan kilang minyak Ras Lanouf, di timur Libya. (ilustrasi)

Selasa , 07 Jan 2020, 10:58 WIB

Turki Mulai Kerahkan Pasukan di Libya

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Jumat , 03 Jan 2020, 08:41 WIB

Trump Peringatkan Erdogan tak Ganggu Libya

Parlemen Turki Setuju Pengerahan Pasukan ke Libya.

Jumat , 03 Jan 2020, 08:10 WIB

Parlemen Turki Setuju Pengerahan Pasukan ke Libya

Tentara menjaga Kota Tripoli, Libya. (ilustrasi)

Rabu , 01 Jan 2020, 06:41 WIB

Milisi Libya Selewengkan Dana Uni Eropa

Presiden Prancis Emmanuel Macron. Presiden Mesir dan Prancis berbincang membahas Libya melalui telepon. Ilustrasi.

Senin , 30 Dec 2019, 15:16 WIB

Presiden Mesir dan Prancis Berbincang Bahas Libya

Pasukan Turki, ilustrasi

Ahad , 29 Dec 2019, 21:40 WIB

Turki Ingin Percepat Pengiriman Pasukan ke Libya

Bandara Mitiga di Tripoli. (ilustrasi)

Rabu , 02 Oct 2019, 21:32 WIB

Serangan Udara Hantam Bandara Mitiga di Tripoli

Bandara Mitiga di Tripoli. (ilustrasi)

Senin , 02 Sep 2019, 06:20 WIB

Serangan Artileri Tutup Bandara di Tripoli

Tentara menjaga Kota Tripoli, Libya. (ilustrasi)

Khalifa Haftar Tolak Akhiri Perang di Tripoli

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Khalifa Haftar menolak inisiatif yang ditawarkan perdana menteri Libya untuk mengakhiri perang di Tripoli. Pasukan Haftar melancarkan serangan ke ibu kota untuk merebutnya dari pemerintah yang didukung PBB.  Tidak hanya menolak bernegosiasi Haftar juga bersumpah untuk terus melancarkan serangan. Ia menyebut milisi yang mendukung pemerintah sebagai 'milisi teroris'.  "Operasi militer tidak akan berhenti (sampai Tripoli direbut)," kata Haftar kepada...