Rabu 05 Jun 2013 18:36 WIB

Guru Inspiratif Asal Sumedang Bertemu Presiden SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Foto: Aditya Pradana Putra/Republika
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Rabu siang menerima kunjungan Een Sukaesih (50) guru inspiratif yang tetap memberikan pelajaran kepada siswa sekolah di rumahnya, meski disabilitas.

Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Kompleks Istana Presiden Jakarta mengatakan, Kepala Negara bertemu dengan Een karena terkesan atas pengabdian dan kepedulian terhadap profesinya di tengah penyakit yang menyebabkan seluruh tubuhnya sukar digerakkan.

"Presiden menerima Ibu Een karena dinilai saat sakit dan lumpuh tetap bisa berkontribusi pada anak-anak dimana beliau tinggal," kata Julian.

Pertemuan itu, menurut Julian, juga untuk memenuhi permintaan Een yang belum lama ini menerima penghargaan dari sebuah stasiun televisi nasional atas peran dan dedikasinya, untuk bisa bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Tadi Presiden menerima di Kantor Presiden dan kemudian mengajak berkeliling Istana, termasuk menunjukkan ruang kerja beliau," tutur Julian.

Presiden Yudhoyono mengucapkan terima kasih atas bantuan Een memberikan kontribusi pendidikan bagi anak-anak di daerahnya dan semangat berbuat banyak di tengah disabilitas yang dialaminya menjadi inspirasi bagi semua pihak.

"Ini sesuatu yang patut ditiru, semangat dan pikirannya mendorong siswa terus belajar. Ini sesuatu yang harus dihargai," ujar Julian.

Dikutip dari Pikiran Rakyat, Een Sukaesih (50) adalah seorang guru yang tinggal di Dusun Batukarut RT 01/06, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan. Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jabar.

Een semula CPNS di sebuah SMA di Sumedang, namun 24 tahun yang lalu ia mengalami sakit yang menyebabkan tangan dan kakinya tidak bisa bergerak. Meski demikian, ia tetap mengajar meski dari rumahnya. Sejumlah siswanya bahkan hingga saat ini ada yang telah melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement