REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Polresta Depok mengamankan empat orang tersangka pengedar narkoba jenis shabu pada Sabtu (28/6) dini hari. Mereka yang ditangkap adalah Jimmy Arifin (35 tahun), Silvia Megasari Sumayku (38 tahun) dan Arif Rahman (44 tahun), di sebuah rumah kontrakan di Kampung Sindangkarsa RT 04/06, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos.
Sedangkan pelaku lain bernama Antoni (45 tahun) yang diamankan di rumahnya Jalan Asam II, RT 02/01, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Selain narkotika jenis shabu dan ganja, petugas juga menemukan alat timbangan digital di rumah Antoni, polisi juga menemukan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 100 lembar atau senilai dengan Rp 10 juta.
"Pengakuan mereka, uang palsu tersebut, mereka tukar di sejumlah SPBU (stasiun pengisian bahan bakar) yang ada di sepanjang Jalan Raya Bogor, mulai dari Depok - Bogor," kata Wakapolresta Depok, AKBP Irwan Anwar, Senin (30/6).
Menurut keterangan yang disampaikan sekawanan ini kepada petugas, mereka mengaku baru beroperasi mengedarkan uang palsu dan shabu-shabu selama dua bulan terakhir.
"Jadi keuntungan mereka sudah sangat banyak dan kemungkinan masih ada lagi, jaringan mereka ini di Depok," ujar Irwan.
Irwan mengatakan shabu-shabu dan uang palsu tersebut, didapat oleh Antoni dari rekannya yang tinggal di Cianjur, Jawa Barat berinisial DR. Untuk itu, kepolisian masih mendalami keterangan yang disampaikan para tersangka. Dari keterangan tersebut, polisi berharap bisa menangkap kaki tangan dan jaringan lainnya yang juga bandar pemasok shabu dan uang palsu.