Kamis 16 Nov 2017 14:20 WIB

Ditjen Imigrasi Yakin Setnov Masih di Indonesia

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani
Setya Novanto
Foto: Republika/Yasin Habibi
Setya Novanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno menyatakan, berdasarkan data perlintasan orang dalam kontrol manajemen keimigrasian, belum terpantau atau laporan ada yang menggunakan dokumen atau paspor atas nama Setya Novanto baik di pintu udara, laut maupun darat.

"Hingga saat ini belum ada laporan adanya perlintasan orang di pintu resmi yang keluar wilayah Indonesia atas nama Bapak Setya Novanto," tutur dia saat dikonfirmasi, Kamis (16/11).

Data tersebut diperoleh melalui sistem yang terhubung di pintu resmi. "Nah sistem itu hanya terhubung di pintu resmi sementara pintu tidak resmi sesuai dengan UU kami enggak punya kewenangan untuk itu," tambahnya.

Karena itu, menurut Agung, Ketua Umum Golkar itu masih berada di Indonesia karena memang belum ada data atau catatan kepergiannya. "Iya beliau belum berlintas ke wilayah Indonesia," ujarnya.

Agung melanjutkan pintu tidak resmi yang dimaksud yakni di darat seperti Kalimantan, NTT, dan Papua dan ada juga di laut perbatasan Sabang sampai Merauke yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Di sana, pintu tidak resminya banyak di mana tidak ada penjagaan.

"Kalau udara, selain komersil milik militer, jadi sama, otomatis yang jaga," katanya.

Seperti diketahui, penyidik KPK mendatangi rumah Setya Novanto di Jalan WIjaya XIII Nomor 19, Jakarta Selatan pada Rabu (15/11) malam. Penyidik datang dengan membawa surat penangkapan terhadap Setnov yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

Namun hingga Kamis subuh, Ketua DPR itu tidak juga kembali ke kediamannya. Sementara Kuasa Hukum Setnov, Fredrick Yunandi mengatakan, penyidik KPK tidak menyita dokumen apa pun dari rumah kliennya. Penyidik KPK hanya membawa rekaman CCTV dari rumah Setnov.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement