Sabtu 03 Oct 2020 23:53 WIB

Analis: Kotak Kosong Tetap Dapat Suara di Pilkada Semarang

Pilwalkot Semarang hanya akan diikuti satu pasangan yakni, Hendi-Ita.

Red: Andri Saubani
Calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (kiri) menghadiri Rapat Pleno Terbuka Pengundian Tata Letak Posisi Paslon Walikota dan Wakil Walikota Semarang dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Semarang Tahun 2020 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2020). Pasangan petahana tersebut menjadi calon tunggal dalam Pilkada Kota Semarang 2020 dengan mendapatkan tata letak posisi sebelah kiri pandangan pemilih pada kertas suara melawan kotak kosong.
Foto: ANTARA/Aji Styawan
Calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (kiri) menghadiri Rapat Pleno Terbuka Pengundian Tata Letak Posisi Paslon Walikota dan Wakil Walikota Semarang dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Semarang Tahun 2020 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2020). Pasangan petahana tersebut menjadi calon tunggal dalam Pilkada Kota Semarang 2020 dengan mendapatkan tata letak posisi sebelah kiri pandangan pemilih pada kertas suara melawan kotak kosong.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Analis politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Yuwanto mengatakan, kotak kosong yang akan menjadi lawan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu (Hendi-Ita) diprediksi mendapatkan suara dalam Pilkada 9 Desember 2020. Diketahui, pasangan Hendi-Ita didukung oleh semua parpol di Semarang.

"Dalam teori, hal semacam itu disebut perilaku pemilih atau voting behavior," kata Yuwanto di Semarang, Sabtu (3/10).

Baca Juga

Menurut dia, meski pasangan Hendi-Ita diusung dan didukung seluruh partai politik dalam Pilkada 2020. Namun, diperkirakan tetap ada yang memilih kotak kosong saat pemungutan suara nanti.

"Kalau 100 persen memilih Hendi-ita kecil kemungkinannya. Pasti ada yang pilih kotak kosong," kata dosen politik dan pemerintahan Undip tersebut.