Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Desktop internasional detail topline

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_topline

Riset: Ada Sedikit Pembekuan Darah Usai Suntik AstraZeneca

Kamis 06 May 2021 09:09 WIB

Red: Indira Rezkisari

Vaksin Astrazeneca.

Vaksin Astrazeneca.

Foto: AP/Matthias Schrader
Vaksinasi AstraZeneca tetap dipandang lebih bermanfaat ketimbang efek sampingnya.

REPUBLIKA.CO.ID,  KOPENHAGEN -- Sebuah penelitian di Denmark dan Norwegia menemukan sedikit peningkatan kadar pembekuan darah vena di antara orang-orang yang telah mendapat dosis pertama vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. Pembekuan tersebut termasuk pembekuan di otak, dibandingkan dengan tingkat yang diperkirakan pada populasi umum.

Namun, para peneliti yang melakukan penelitian menekankan bahwa efek samping seperti itu sangat jarang terjadi. Manfaat vaksin masih lebih besar daripada risikonya dalam banyak situasi.

"Risiko absolut kejadian tromboemboli vena yang dijelaskan dalam penelitian ini kecil, dan temuan itu harus ditafsirkan dalam konteks manfaat vaksinasi Covid-19 di tingkat masyarakat dan individu," tulis mereka dalam ringkasan temuan mereka yang diterbitkan dalam jurnal medis BMJ pada Kamis (6/5).

Norwegia menangguhkan peluncuran vaksin AstraZeneca pada 11 Maret setelah sejumlah kecil kasus pembekuan darah yang dikombinasikan dengan pendarahan dan jumlah trombosit yang rendah. Denmark juga menarik vaksin itu dari penggunaan.

Regulator pengobatan Eropa dan Inggris mengatakan vaksin itu aman dan efektif dan manfaatnya jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Tetapi beberapa negara lain telah merekomendasikan untuk menggunakannya hanya pada kelompok usia tertentu.

Studi BMJ mengamati 280.000 orang usia 18-65 tahun di Denmark dan Norwegia yang mendapat dosis pertama vaksin AstraZeneca antara awal Februari dan 11 Maret. Dengan menggunakan catatan kesehatan nasional, para peneliti mengidentifikasi tingkat kejadian seperti serangan jantung, stroke, pembekuan darah vena dalam dan pendarahan dalam 28 hari setelah menerima dosis vaksin pertama, dan membandingkannya dengan tingkat yang diharapkan pada populasi umum Denmark dan Norwegia.

Hasil penelitian menunjukkan 59 pembekuan darah di pembuluh darah, dibandingkan dengan 30 yang diharapkan, setara dengan 11 kejadian berlebih untuk setiap 100.000 vaksinasi. Para peneliti mengatakan ini termasuk tingkat pembekuan darah otak langka yang lebih tinggi dari perkiraan, yang dikenal sebagai trombosis vena serebral, pada 2,5 kasus per 100.000 vaksinasi.

Mengomentari temuan tersebut, Paul Hunter, seorang profesor kedokteran di Universitas Inggris Anglia Timur, mengatakan mereka menambahkan pemahaman tentang risiko trombosis setelah vaksinasi Covid-19, tetapi tidak boleh mengubah kesimpulan regulator. "Negara-negara yang menunda program vaksinasi mereka sendiri pada saat tingkat penularan tinggi dengan menolak menggunakan vaksin yang tersedia (AstraZeneca) harus tahu bahwa keputusan mereka akan berkontribusi pada peningkatan jumlah kematian yang dapat dihindari akibat Covid-19," katanya, dilansir dari Reuters.



Desktop internasional detail text

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_text

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop internasional detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop internasional detail right 1

Edit
IDR 3.500.000
desktop_internasional_detail_right_1
 
 

Desktop internasional detail right 2

Edit
IDR 3.000.000
desktop_internasional_detail_right_2
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3

Desktop internasional detail right 4

Edit
IDR 2.000.000
desktop_internasional_detail_right_4

Desktop internasional detail bottom Frame

Edit
IDR 4.500.000
desktop_internasional_detail_bottom_Frame