Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

27 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Siap-Siap, 30 Perusahaan Antre IPO di Bursa

Senin 17 Jan 2022 09:03 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Karyawan memotret layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bursa Efek Indonesia menyebut, ada 30 perusahaan yang sedang antre untuk melakukan IPO tahun ini.

Karyawan memotret layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bursa Efek Indonesia menyebut, ada 30 perusahaan yang sedang antre untuk melakukan IPO tahun ini.

Foto: Antara/Reno Esnir
Tren IPO perusahaan teknologi akan lebih semarak pada tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar modal masih menjadi pilihan perusahaan untuk menghimpun dana pada tahun 2022. Hingga saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 30 perusahaan dalam daftar antrian pipeline pencatatan saham.

"Sampai dengan 14 Januari 2022, sebanyak dua perusahaan telah mencatatkan sahamnya dengan total himpunan dana mencapai Rp 723 miliar," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia dikutip Senin (17/1/2022).

Baca Juga

Nyoman optimistis, tren IPO perusahaan teknologi akan lebih semarak pada tahun ini. Dari total 30 perusahaan yang terdapat di dalam pipeline, setidaknya ada empat perusahaan yang berasal dari sektor teknologi. 

Pada tahun 2021, PT Bukalapak.com Tbk sudah berhasil tercatat di yang menorehkan sejarah sebagai unicorn pertama di pasar modal Indonesia dan di Bursa Kawasan ASEAN dengan total penghimpunan dana yang juga terbesar dalam dua dasawarsa terakhir yaitu sebesar Rp 21,9 triliun. 

Selain Bukalapak, ada juga PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) yang berhasil mencatatkan sahamnya di BEI pada November 2021 dengan total himpunan dana sebesar Rp 18,78 triliun. Ini juga menjadi IPO anak perusahaan BUMN terbesar yang berasal dari sektor teknologi. 

Dengan adanya terobosan baru dari pasar modal Indonesia seperti penerapan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM) untuk IPO, Nyoman optimistis inisiatif ini dapat disambut dengan baik khususnya oleh perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang berkembang pesat.

"Selain itu, perubahaan peraturan Bursa No I-A juga memberikan pintu yang lebih luas bagi perusahaan dari berbagai sektor untuk tercatat di Papan Utama atau Papan Pengembangan," tutur Nyoman.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile