Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Disebut Edy Mulyadi Macan yang Mengeong, Ini Respons Prabowo Menurut Petinggi Gerindra

Senin 24 Jan 2022 03:21 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai memimpin Rapim Kemenhan Tahun 2022 di Gedung Kemenhan, Jakarta, Kamis (20/1).

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai memimpin Rapim Kemenhan Tahun 2022 di Gedung Kemenhan, Jakarta, Kamis (20/1).

Foto: Republika/Flori Sidebang
Pernyataan yang disebut Edy Mulyadi dinilai mengandung kritikan, hinaan, dan fitnah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilik akun Youtube Bang Eddy, Edy Mulyadi mengkritik keras Menhan Prabowo Subianto yang dinilai tidak mengerti menjaga kedaulatan negara. Hal itu terkait dengan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan yang dianggap Edy akan menguntungkan pengembang China.

"Masa Menteri Pertahanan gini aja nggak ngerti sih? Menteri Pertahanan jenderal bintang tiga. Macan yang jadi kaya mengeong, nggak ngerti begini aja. Ini sih bicara kedaulatan negara boss. Gila, gebleknya kelewatan gitu lho," ungkap Edy lewat akun Youtube-nya.

Baca Juga

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, mengatakan,  Prabowo tidak akan mudah tersinggung dengan pernyataan 'macan yang mengeong'. "Pak Prabowo nggak akan marah dan biasanya beliau memaafkan orang yang memfitnah beliau. Itulah standar moral dan akhlak beliau, yang nggak pernah baper difitnah karena waktu yang akan membuktikan bahwa apapun yang beliau lakukan adalah semata-mata demi merah putih," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (24/1/2022).

Menurut Habiburokhman, pernyataan yang disampaikan Edy Mulyadi mengandung kritikan, hinaan, sekaligus fitnah keji yang disampaikan tanpa terlebih dahulu Tabayyun. Gerindra berterima kasih atad kritikan yang disampaikan. Hal tersebut diakuinya akan menjadi referensi bagi Gerindra dalam menentukan langkah politik ke depan.

"Tetapi soal fitnah itu urusan mereka dengan Allah SWT. Ingat setiap ucapan kita akan kita pertanggung-jawabkan kelak di yaumul hisab," ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu menegaskan tidak benar jika Prabowo atau adiknya punya kepentingan pribadi atas keputusan pemindahan ibukota. Hal tersebut adalah keputusan eksekutif secara keseluruhan dan kemudian juga disetujui legislatif.

"Jadi Kemenhan juga bukan leading sektor," ucapnya.

Ia menambahkan, sejak muda Prabowo kerap difitnah macam-macam, namun tidak ada satupun yang terbukti. Sebaliknya, justru rakyat melihat beliau sebagai salah satu tokoh yang konsisten berjuang untuk rakyat.  "Ini bisa dilihat dari sebagian besar hasil survey bahwa beliau selalu di urutan teratas survei capres," ungkapnya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile