Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Doctor Strange 2 Dinilai Sukses Perbaiki Kekurangan Penulisan Skenario Lama

Selasa 31 May 2022 16:31 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti

Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness dinilai sukses memperbaiki kekurangan penulisan skenario lama. (ilustrasi)

Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness dinilai sukses memperbaiki kekurangan penulisan skenario lama. (ilustrasi)

Foto: Dok Marvel
Artikel berikut mengandung sedikit spoiler bagi yang belum menonton.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness memperbaiki salah satu hal yang paling dikeluhkan, yaitu tentang kesalahan penulisan skenarionya yang lama. Sebagai hasilnya, film sekuel Doctor Strange ini cukup menonjol sebagai salah satu film terbaiknya.

 

Film ini dikenal karena penggunaan kiasan horor dan ikonografinya, sesuatu yang identik dengan sutradaranya, Sam Raimi, yang sebelumnya mengerjakan Evil Dead dan trilogi Spider-Man. Namun, ketukan cerita paling penting yang dilakukan Doctor Strange di Multiverse of Madness ada di saat-saat terakhirnya.

Baca Juga

Adegan itu adalah ketika Stephen Strange (Benedict Cumberbatch) dan America Chavez (Xochitl Gomez), berhadapan dengan Scarlet Witch (Elizabeth Olsen). Pada akhir cerita, Strange versi zombi berhasil menghampiri lokasi Scarlet yang hendak mengambil kekuatan Chavez.

Setelah pembicaraan singkat, Chavez membuka kekuatan penuhnya dengan sengaja memindahkan Scarlet Witch ke Earth-838, rumah Illuminati yang ia tempati bersama anak-anaknya. Di sana, Scarlet Witch membuat takut anak-anak Wanda, Billy dan Tommy.

Menyadari dia telah menjadi monster, dia menghancurkan Darkhold di semua alam semesta dan meruntuhkan kuil di Gunung Wundagore dalam Doctor Strange in the Multiverse of Madness yang berakhir di sekitarnya, ia tampak mengorbankan dirinya sendiri dalam prosesnya.

Film ini mengakhiri kisah dengan penuh emosional secara psikis, buka dengan pertempuran skala besar, pertarungan monster raksasa, atau laser di langit. Itu dinilai sebagai langkah yang sangat baik dari Sam Raimi dan kawan-kawan. MCU telah menjadi sangat diformulasikan dengan akhir-akhir ceritanya.

MCU benar-benar berimprovisasi dengan proyek-proyek berbeda yang menjanjikan seperti “WandaVision” yang beralih ke pertempuran pahlawan versus penjahat skala besar, menjadi emosi yang mengingatkan pada karakter dalam Captain America: The Winter Soldier dan Avengers.

Dengan memilih untuk fokus pada hubungan antara antagonis dan dua pahlawannya, Doctor Strange in the Multiverse of Madness terasa segar dan hasil emosionalnya sangat menyentuh. Menariknya, meskipun diawasi oleh sutradara yang berbeda, Doctor Strange in the Multiverse of Madness memiliki akhir cerita yang langka dan terkendali.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile