Kamis 20 Oct 2011 13:37 WIB

Hati-hati, Tindak Pelecehan Seksual Dalam Kereta Kembali Marak

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Siwi Tri Puji B
Gerbong khusus wanita dalam KRL Jakarta-Bogor
Foto: Republika
Gerbong khusus wanita dalam KRL Jakarta-Bogor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pelecehan seksual tidak hanya terjadi di tempat sepi. Pelaku pelecehan sering pula menjalankan aksinya di tempat ramai, salah satunya kereta api. Bentuk pelecehan bisa bermacam-macam, contohnya iseng menggesekan kelamin saat berdesakan dalam kereta.

Italia (18 tahun) mengaku dirinya beberapa kali diganggu oleh pelaku pelecehan. Sering, ketika sedang berdesakan sambil berdiri ada penumpang yang sengaja mendekatkan tubuhnya menghimpit Italia. Kemudian dia menggesek-gesekan kelaminnya ke bagian belakang tubuh Italia.

"Mau teriak ya gak bisa, paling pelototin aja. Kalau ditegur ngelesnya memang kereta sempit, malahan kadang ada yang ketawa-ketawa," kata Italia kepada Republika, Kamis (20/10).

Mirip dengan yang dialami Ratih (19 tahun), pengguna kereta api jurusan Depok - Jakarta Kota. Dia juga tidak bisa berbuat banyak ketika mengalami pelecehan saat sedang berdesakan menggunakan fasilitas kereta di jam-jam padat. Meski demikian, Ratih maupun Italia tidak pernah melaporkan hal ini pada yang berwajib.

Gerbong khusus wanita pun dinilai keduanya tak banyak membantu. Beberapa kali mereka temukan ada satu-dua lelaki menyelinap di gerbong itu. Belum lagi kapasitasnya yang selalu penuh. Meski demikian, ketika petugas datang biasanya para lelaki diminta pindah ke gerbong biasa.

Makmur Syaheran, Sekertaris Perusahaan PT KAI Commuterline Jabidetabek mengatakan belum ada laporan mengenai kasus pelecehan seksual dalam kereta, khususnya di gerbong khusus wanita. Kalaupun ada, seharusnya penumpang langsung melaporkan kepada petugas dalam kereta. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement