
Rabu , 29 Dec 2021, 20:52 WIB
Sebut Jihadis Pahlawan, Masjid di Prancis Ditutup

Kamis , 23 Dec 2021, 05:55 WIB
Isi Surat Umat Islam Andalusia ke Ottoman Atas Kekejaman Kerajaan Eropa

Rabu , 22 Dec 2021, 05:51 WIB
Memaknai Perang Salib, Perang yang Katanya Perang Suci

Senin , 13 Dec 2021, 23:20 WIB
Gereja Katolik Roma Terbesar di Bahrain Gelar Misa Pertama

Selasa , 23 Nov 2021, 22:02 WIB
Tokoh Katholik: Kita Dukung Kemerdekaan Palestina

Jumat , 19 Nov 2021, 22:05 WIB
Satu Tungku Tiga Batu, Hidup Damai Umat Beragama Papua Barat

Senin , 15 Nov 2021, 09:32 WIB
Toleransi Kepuluan Aru dan Peran Sang ‘Trio Macan’

Jumat , 12 Nov 2021, 21:08 WIB
Syekh Al- Azhar Peringatkan Bahaya Penyatuan Agama Ibrahim

Jumat , 08 Oct 2021, 06:35 WIB
Tokoh Islam dan Kristen Sebut Israel tak Berhak Urusi Masjid

Kamis , 16 Sep 2021, 14:02 WIB
Buya Hamka: Semua Rasul Dakwahkan Tauhid, Termasuk Nabi Isa

Sabtu , 11 Sep 2021, 06:25 WIB
Pemerintah Baru Lebanon Resmi Terbentuk, Tugas Berat Menanti

Rabu , 18 Aug 2021, 23:03 WIB
In Picture: Tantangan Pandemi Covid-19 dan Solusinya Menurut Tokoh Agama

Ekspansi Ottoman Wilayah Eropa Penuh Darah? Ini Kata Gulen
REPUBLIKA.CO.ID, — Sejak berhasil menguasai Konstantinopel, Turki Utsmaniyah atau Ottoman bertransformasi menjadi kekuatan utama Islam di seluruh dunia, khususnya kawasan pesisir Mediterania. Dalam menjalankan politik ekspansi, kesultanan tersebut tidak melulu menggunakan cara-cara militeristik, tetapi juga berupaya menarik simpati masyarakat lokal. Salah satu contohnya diceritakan Fethullah Gulen dalam bukunya, Cahaya Abadi Muhammad SAW: Kebanggaan Umat Manusia. Dalam perjalanan menuju suatu medan pertempuran, dia menjelaskan,...

Rabu , 09 Jun 2021, 15:31 WIB
Saat Eropa-Kristen Dibuat Gentar Kesultanan Ottoman

Rabu , 09 Jun 2021, 15:20 WIB
Ketika Yahudi Juga Dibantai Pasukan Salib di Yerusalem

Rabu , 02 Jun 2021, 06:53 WIB
Terorisme Hanya Identik Islam? Ini Penjelasan Hendropriyono

Selasa , 25 May 2021, 22:47 WIB
Deklarasi Balfour, 112 Kata yang Menjerumuskan Palestina

Senin , 24 May 2021, 09:05 WIB
Kisah Seorang Guru Nasrani dan Dua Rekening Syariahnya

Ahad , 23 May 2021, 18:15 WIB
Wamenag Ajak Pemuda Kristen Turut Perkuat Moderasi Beragama

Ahad , 23 May 2021, 04:40 WIB
Beda Praktik Anti-Semit dan Zionisme di Barat dan Islam

Kamis , 20 May 2021, 07:05 WIB
Siapa yang Lebih Dulu Tempati Yerusalem, Arab atau Yahudi?

Ahad , 21 Mar 2021, 14:56 WIB
Polemik 'Kata Allah' di Malaysia, Menteri: Jangan Dibesarkan

Kamis , 11 Mar 2021, 19:25 WIB
Pengadilan Izinkan Kristen Gunakan Kata Allah dan Sholat

Rabu , 24 Feb 2021, 17:38 WIB
Jerman akan Memiliki Rumah Ibadah 3 Agama Pertama

Sabtu , 20 Feb 2021, 16:06 WIB
Klaim Kebebasan Beragama dan Perang Berdarah di Prancis

Tokoh Kristen Lebanon Desak Presiden-Perdana Menteri Damai
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Pemimpin spiritual Kristen Lebanon mendesak Presiden Michel Aoun untuk mengatur pertemuan rekonsiliasi dengan Perdana Menteri yang ditunjuk, Saad al-Hariri untuk membentuk kabinet dan mengakhiri kebuntuan politik negara itu. Para politisi yang gontok-gontokan di negara itu tidak dapat menyetujui pemerintahan baru sejak perdana menteri yang terakhir mundur setelah ledakan pelabuhan Beirutpada 4 Agustus, membuat Lebanon tidak memiliki kemudi karena tenggelam...

Jumat , 25 Dec 2020, 12:40 WIB
Erdogan: Selamat Natal

Kamis , 24 Dec 2020, 18:03 WIB
Ketika Rasulullah SAW Fasilitasi Nasrani Jalankan Ibadat

Rabu , 16 Dec 2020, 21:09 WIB
Ajaran Cuci Tangan Menurut Islam, Budha, Hindu, dan Yahudi

Kamis , 29 Oct 2020, 20:36 WIB
Umat Kristen Israel Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam

Selasa , 27 Oct 2020, 06:54 WIB
Umat Kristen Arab Pun Kecam Keras Emmanuel Macron

Selasa , 20 Oct 2020, 23:56 WIB
Catatan Ibnu Hazm Saat Mengkaji Agama Kaum Nasrani

Jumat , 16 Oct 2020, 15:59 WIB
Pendeta Gereja Menyamar Belajar ke Sarjana Muslim Spanyol

Selasa , 06 Oct 2020, 12:36 WIB
Top 5 News: Kata Insya Allah, Kebencian Paus, Denny Siregar

Ahad , 27 Sep 2020, 11:13 WIB