Jumat 05 Apr 2013 18:30 WIB

Penyelesaian Sengketa Pemilu ke PTTUN Dianggap Keliru

Rep: Ira Sasmita/ Red: Mansyur Faqih
Bawaslu
Bawaslu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecenderungan membawa persoalan sengketa pemilu untuk diselesaikan di pengadilan dianggap keliru. Entah itu ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) atau Mahkamah Agung (MA). 

Alasannya, karena fungsi kehakiman telah dimiliki Bawaslu. Sedangkan PTTUN, dianggap sangat umum mencermati kekeliruan atau kelalaian pemerintah.

"Sulit kita berharap di PTTUN itu hakimnya paham betul tentang kepemiluan," ungkap pakar hukum Anna Erliana, di Jakarta, Jumat (5/4).

Dilihat dari aturan, lanjutnya, PTTUN diatur dalam UU 51/2009. Sementara kepemiluan diatur dalam UU 8/2012. Dengan menggunakan asas lex specialis maka harusnya penyelesaian sengketa idealnya dilakukan oleh lembaga yang lebih mengerti pemilu. Dengan catatan distribusi kewenangan antara lembaga penyelenggara pemilu harus diperjelas. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement