REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Reklamasi Teluk Jakarta akan mendatangkan banyak kerugian bagi masyarakat pesisir. Ada beberapa usulan solusi agar pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menimbulkan kerugian bagi para warga, khususnya nelayan.
Direktur Ekseskutif Center for Ocean Develompment and Maritime Civilization (Commit) Muhamad Karim mengatakan ada beberapa usulan yang dapat memberikan manfaat untuk kelangsungan hidup para masyarakat peisisir Jakarta.
Pertama, melakukan revitalisasi dan rekontruksi kampung nelayan dengan mengembangkan model coastal eco village. Sediakan pula infrastruktur pendukung seperti pembangunan pelabuhan tambatan kapal, pemecah ombak, dan mendukung wisata kuliner berbasis seafood.
Kedua, menyiapkan instruksi kelembagaan yang mendukung pengembangan kampung nelayan berupa Perda Pengelolaan dan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di kawasan pesisir Teluk Jakarta. Hal tersebut diharapkan mampu memberikan keadilan distribusi ruang dan ekologi sehingga nelayan tidak menjadi korban pembangunan. Bukan untuk mendukung reklamasi yang belum tentu mensejahterakan nelayan tradisional.
Ketiga, pilihan terakhir adalah merelokasi nelayan ke tempat yang sesuai dengan habitat kehidupannya sehingga mudah mengakses dan mendapatkan sumber daya yang menjadi sumber pendapatan keluarganya.
“Pemda DKI harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal nelayan dan menyediakan permukiman dan sarana produksi bagi nelayan,” kata Karim.