Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemerintah Putus Akses 20 Video Youtube M Kece

Senin 23 Aug 2021 07:55 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Indira Rezkisari

Kominfo melakukan upaya takedown terhadap setidaknya 20 video M Kece di Youtube yang dinilai bermuatan penghinaan agama Islam.

Kominfo melakukan upaya takedown terhadap setidaknya 20 video M Kece di Youtube yang dinilai bermuatan penghinaan agama Islam.

Foto: EPA-EFE/SASCHA STEINBACH
Laporan terhadap M Kece terkait dugaan penghinaan agama telah diproses Bareskrim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pemutusan akses atau takedown terhadap 20 video dari akun Youtube M Kece. Pemerintah juga memutus akses serta satu video dari platform TikTok yang diduga bermuatan penodaan agama.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyebut, upaya ini adalah langkah tegas Kominfo terhadap penyebaran konten yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). "Hingga pernyataan ini disampaikan, Kementerian Kominfo telah melakukan pemutusan akses terhadap 20 video dari akun Youtube M Kece, serta 1 video dari platform TikTok," ujar Dedy dalam siaran pers Kemkominfo, Senin (23/8).

Baca Juga

Dedy mengatakan, Kominfo juga melakukan koordinasi dengan para pengelola platform, serta kementerian/lembaga terkait untuk mencegah penyebaran dan penyalahgunaaan konten tersebut. Menurut Dedy, sebagaimana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diubah dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2016, tindakan M Kece dapat dikategorikan sebagai pembuatan konten yang melanggar pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A.

Pasal itu berisi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Selain itu, beberapa ketentuan perundangan lainnya yakni PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE), khususnya pada Pasal 5 terkait larangan bagi Penyelenggara Sistem Elektronik untuk memuat konten yang melanggar aturan dan Pasal 96 terkait klasifikasi dan definisi konten yang melanggar peraturan.

Lalu ada juga Peraturan Menteri (PM) No 5 Tahun 2020, khususnya Pasal 13 mengenai kewajiban pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik dan Dokumen Elektronik yang dilarang, serta pasal 15 mengenai ketentuan waktu serta prosedur pemutusan akses konten yang dilarang, serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya.

Karena itu, ia menilai upaya Kominfo dalam penanganan konten terhadap akun Youtube M Kece sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. "Patroli siber selama 24/7 untuk menemukan dan menindaklanjuti konten-konten yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku akan terus dilakukan," kata Dedy.

Dedy juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga ruang fisik maupun ruang digital yang sehat. Ia menyarankan agar masyarakat yang menemukan konten yang melanggar Undang-Undang agar dilaporkan.

"Termasuk penodaan agama atau informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), dapat dilaporkan melalui aduankonten.id dan kanal pengaduan lain yang disediakan," katanya.

Sebelumnya, youtuber Muhammad Kece dikecam karena ucapannya dalam sejumlah video yang disiarkan di Youtube dinilai menistakan agama Islam. Di antara ucapan Muhammad Kece yang disoal adalah dia menyebut kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren menyesatkan dan menimbulkan paham radikal. Selain itu dia juga menyebut ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW tidak benar sehingga harus ditinggalkan.

"Karena memang Muhammad Bin Abdullah ini pengikut jin," ujarnya dalam tayangan di akun Youtube Muhammad Kece berjudul 'Kitab Kuning Membingungkan' yang diunggah pada 19 Agustus 2021. Dalam video di akun yang sama berjudul "Sumber Segala Dusta", Muhammad Kece juga menyebut "Muhammad ini dekat dengan jin, Muhammad ini dikerumuni jin, Muhammad ini tidak ada ayatnya dekat dengan Allah."

Sejumlah pihak pun telah melaporkan pernyataan M Kece itu ke kepolisian. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, laporan terhadap Muhammad Kece terkait dugaan penghinaan agama telah diproses Bareskrim. Proses hukum dilakukan berdasarkan empat laporan polisi terkait perkara tersebut yang diduga dilakukan oleh Muhammad Kece melalui kanal Youtube pribadinya.

"Proses sedang berjalan," ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin (23/8).

 

Menurut Agus, empat laporan polisi terhadap Muhammad Kece dari empat tempat yang berbeda. Satu di Bareskrim, sementara tiga lainnya di jajaran kewilayahan. Pihaknya juga sudah mendeteksi terlebih dahulu dugaan penghinaan Islam oleh Muhammad Kece.

Kemudian pihak kepolisian juga melakukan patroli siber.

"Gabungan lah, kan viral. Kita ada Cyber Patrol, kalau netizen dapat, masa kita nggak. Selanjutnya ada yang buat laporan ke Mabes Polri dan jajaran (dilaporkan ada empat laporan)," tegas Agus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile