Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Epidemiolog Sebut Percepatan Booster Vaksin Perlu Jadi Prioritas

Kamis 20 Jan 2022 20:35 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada anggota polisi saat vaksinasi booster. ilustrasi

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada anggota polisi saat vaksinasi booster. ilustrasi

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Booster penting untuk meningkatkan efektivitas vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengingatkan bahwa percepatan program vaksinasi penguat perlu jadi prioritas. Hal ini untuk meningkatkan proteksi individu serta memperbaiki efektivitas vaksin.

"Percepatan vaksinasi penguat perlu dilakukan terutama di tengah adanya varian baru yakni Omicron," katanya, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga

Pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed tersebut mengingatkan bahwa vaksinasi penguat pada tahap awal perlu diprioritaskan pada kelompok lansia dan kelompok masyarakat yang rentan terinfeksi."Dengan demikian, bagi mereka yang sudah memasuki masa enam bulan setelah mendapatkan vaksinasi dosis kedua, maka dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksinasi penguat," katanya.

Dia mengingatkan sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi penguat perlu terus dilakukan di tengah masyarakat. Dia juga mengatakan dirinya mengapresiasi upaya pemerintah yang telah bergerak cepat dalam mengupayakan program vaksinasi penguat.

"Upaya pemerintah yang sudah mulai melaksanakan program vaksinasi penguat sejak 12 Januari 2022 perlu diapresiasi sebagai bentuk respons cepat dalam meningkatkan proteksi masyarakat," katanya.

Sementara itu dia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu terus memperkuat kapasitas 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (penanganan) guna mengantisipasi lonjakan penularan kasus COVID-19 di wilayah masing-masing. Dia menambahkan selain pemeriksaan, pelacakan dan penanganan upaya lain yang juga harus terus diintensifkan adalah isolasi.

"Meskipun pada saat ini tren kasus aktif COVID-19 di sebagian besar daerah terus menurun namun upaya 3T dan isolasi harus terus diintensifkan, jangan sampai kendur," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile