Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

KSAL Luncurkan INAP Bantu Kembangkan Potensi Maritim di Jembrana, Bali

Rabu 23 Feb 2022 22:40 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Yudo menyaksikan kegiatan tebar perdana benur udang Vaname di kolam budi daya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono meluncurkan Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) yang bertujuan membantu masyarakat wilayah pesisir Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, mengembangkan potensi sumber daya maritim. INAP, yang merupakan program budi daya terpadu, adalah hasil kerja sama antara TNI AL, pemerintah daerah, pihak swasta, para ahli, dan akademisi.

 

Yudo menyampaikan di Jembarana, Rabu (23/2/2022), pada tahap awal ada tiga lokasi INAP di Jembrana. Di masing-masing lokasi, yang luasnya mencapai 60 hektare, ada 30 kolam yang dibangun untuk tempat budi daya. Sejauh ini, kolam di lokasi INAP I di Desa Pabuahan telah tersedia, sementara di dua lokasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga

Dalam acara peluncuran program di lokasi INAP I, Yudo menyaksikan kegiatan tebar perdana benur udang Vaname di kolam budi daya. Tidak hanya itu, acara peluncuran juga dimeriahkan dengan pelepasan burung merpati. Yudo menyampaikan, fokus INAP adalah budi daya sejumlah komoditas laut, seperti udang, lobster, dan ikan kerapu.

Walaupun demikian, untuk tahap awal, budi daya fokus pada komoditas udang Vaname. Budi daya yang dilakukan dalam program INAP, kata Kasal, telah mengadopsi teknologi ultra intensive aquagriculture, yang diyakini dapat meningkatkan produksi sampai 300 persen jika dibandingkan dengan teknologi budi daya konvensional.

Tidak hanya budi daya, INAP juga dirancang untuk menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar lokasi. Program INAP I, kata Yudo, mampu menyerap 60 pekerja lokal. Dengan demikian, jika ada tiga lokasi INAP, jumlah pekerja yang dibutuhkan mencapai 180 orang.

Yudo berharap, INAP ke depan dapat menjadi sarana edukasi dan riset. Hal itu mengingat untuk tahap awal program itu telah melibatkan sejumlah ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya, dan Universitas Diponegoro.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile