Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tragedi Kanjuruhan, Viral Pendapat Ade Armando: Suporter Arema Sok Jagoan

Selasa 04 Oct 2022 03:40 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Dosen Universitas Indonesia Ade Armando bersiap memberikan keterangan saat sidang kasus pengeroyokan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Ade Armando menjalani sidang sebagai saksi korban pada sidang kasus pengeroyokan yang dialaminya saat demo BEM SI di depan Gedung DPR pada 11 April 2022. Republika/Putra M. Akbar

Dosen Universitas Indonesia Ade Armando bersiap memberikan keterangan saat sidang kasus pengeroyokan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Ade Armando menjalani sidang sebagai saksi korban pada sidang kasus pengeroyokan yang dialaminya saat demo BEM SI di depan Gedung DPR pada 11 April 2022. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Apakah polisi memukuli suporter, menganiaya pendukung Arema? Sama sekali tak ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Universitas Indonesia Ade Armando membuat video yang menyalahkan pendukung suporter Arema, yaitu Aremania dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Berdasarkan keterangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, korban tewas sebanyak 125 orang, termasuk dua polisi.

Banyak pihak menyebutkan, banyaknya suporter yang merenggang nyawa akibat tindakan aparat menembakkan gas air mata. Penonton di tribun yang panik berusaha keluar stadion, namun pintu terkunci. Akhirnya banyak yang berdesak-desakan hingga kehabisan napas dan meninggal.

Dalam video yang diunggah Cokro TV, Ade menuding jika ada upaya sengaja untuk mengarahkan telunjuk kepada kepolisian. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersikap objektif dalam menyikapi tragedi di Stadion Kanjuruhan.

"Apa yang sih yang dimaksud dengan tindakan represif, pelanggaran profesionalisme, atau bahkan pelanggaran HAM yang dilakukan kepolisian. Apakah polisi memukuli suporter, menganiaya, menembaki para pendukung Arema? Sama sekali tidak ada," kata Ade dikutip Republika di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Menurut Ade, yang menjadi masalah adalah Aremania. "Suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan dalam stadion, dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan. Dalam pandangan saya, polisi sudah melaksanakan kewajibannya," kata Ade.

Potongan video Ade tersebut bertebaran di lini masa hingga viral. Sayangnya, komentar warganet rata-rata mengencam pendapat Ade. Akun Twitter @iPhyM termasuk yang mengunggah ulang video Ade pun mendapatkan ratusan komentar, yang isinya menyerang balik argumen Ade.

Akun @OnlyFrens juga mengunggah video Ade yang menyalahkan suporter Aremania. "Narasi yang menyalahkan supporter Arema FC sudah disebarkan oleh Buzzerp, termasuk Ade Armando," kata pemilik akun tersebut.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile