Senin 17 Jun 2024 14:51 WIB

Mengapa Indonesia tak Kunjung Terjunkan Pasukan Perdamaian di Gaza? Ini Kata Kemenlu

Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.

Red: Mas Alamil Huda
Anak-anak berteriak dan menangis saat antre untuk mendapatkan makanan di kamp Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (15/6/2024).
Foto: AP Photo/Jehad Alshrafi
Anak-anak berteriak dan menangis saat antre untuk mendapatkan makanan di kamp Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (15/6/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto beberapa waktu lalu menyatakan kesiapan Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, Palestina, untuk menjaga dan memantau gencatan senjata antara Palestina dengan Israel. Namun, hingga saat ini hal itu belum terealisasi.

Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Rolliansyah Soemirat mengatakan, pengiriman pasukan perdamaian, termasuk ke Jalur Gaza, Palestina, hanya dapat dilaksanakan setelah ada mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi Dewan Keamanan. “Sejauh ini PBB belum membahas isu penggelaran PKO (misi pemeliharaan perdamaian) di Gaza,” kata dia melalui pesan singkat, Senin (17/6/2024).

Baca Juga

Menurut Roy, demikian ia akrab disapa, prioritas saat ini berdasarkan Resolusi 2735 DK PBB adalah mengupayakan terciptanya perdamaian melalui gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas Palestina. “Pengiriman misi PBB, baik terkait jumlah, komposisi, jenis keahlian, pada saatnya nanti, selalu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Roy.

Prabowo sebelumnya menyatakan, Indonesia siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza untuk menjaga dan memantau gencatan senjata antara Palestina dengan Israel. Kesiapan itu dinyatakan Prabowo pada forum IISS Shangri-La Dialogue 2024 yang berlangsung di Singapura, Sabtu (1/6/2024).