5.Bifolium dari Lima Surah sekitar tahun 1370 Halaman-halaman yang diambil dari manuskrip bagian-bagian Alquran yang dipilih dan dimulai dengan frasa Alhamdulillah. Setelah ditelusuri, manuskrip ini ditulis oleh Abdul Qayyum Ibn Muhammad Ibn Karamshah-I Tabrizi. Dijual seharga 37.800 poundsterling.  6. Mamluk Alquran pada abad ke-14 Ayat-ayat dalam Alquran ini ditulis dalam aksara Muhaqqaq dan judulnya ditulis dengan Kufiq putih. Sebanyak 42 daun manuskrip itu diikat dengan kulit. Dekorasi pada Alquran ini menandai masa Dinasti Mamluk awal dan dijual 50.400 poundsterling.  7. Daun Quran pertengahan abad ke-14 yang dikaitkan dengan Arghun al-Kamili Halaman dari Alquran ini diyakini telah ditulis oleh al-Kamili, salah satu ahli kaligrafi paling produktif di Baghdad pada pertengahan abad ke-14 saat ibu kota Irak menjadi pusat seni kaligrafi. Al-Kamili adalah salah satu dari enam murid terkenal Yaqut Al-Mustasimi, sekretaris khalifah Abbasiyah terakhir. Daun ini tertulis dalam aksara Rayhani dan syairnya dipisahkan dengan mawar biru dan emas. Diperkirakan harganya sekitar 20 ribu sampai 25 ribu dolar Amerika.  8. Alquran yang disalin oleh Abdullah Al-Qadir Al-Husayni pada abad ke-16 Pada periode Safawi, Alquran ini merupakan manuskrip paling harus dan terpelihara dengan baik. Salinan Alquran diperdagangkan antara Kekaisaran Ottoman dan Safawiyah meskipun ada permusuhan di antara mereka. Alquran seperti ini sering ditawarkan sebagai hadiah kepada istana Ottoman oleh utusan Safawi. Naskah ini ditulis dalam skrip Naskh.

Yang Tersisa dari Penjarahan Manuskrip Irak

IHRAM.CO.ID,  Saat huru hara di tengah invasi terjadi, yang dijarah dari Iraq Museum tak hanya benda-benda arkeologi, tapi juga manuskrip Islam dan potongan teks penting. Museum Awqaf Banyak yang menduga museum ini memiliki koleksi 'sepenting' MSS Library. Meski museum ini juga dalam kondisi malang, koleksi penting warisan sejarah di Irak tetap bisa diamankan di MSS Library. Perpustakaan dan Arsip Nasional Kondisi Perpustakaan Nasional...

Ilustrasi Terorisme. Barat menjadikan terorisme sebagai alat propaganda dan strategi mereka

Pakar: Barat Manfaatkan Kelompok Teroris Sebagai Alat Kepentingan Mereka

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Assadollah Asadi merupakan diplomat ketiga kedutaan besar Iran di Austria. Ia ditangkap empat tahun lalu di Eropa, setelah dianggap terlibat dalam percobaan pengeboman.  Asadi ditangkap di Jerman pada 10 Juni 2018, dalam perjalanan menuju kediamannya di Austria. Penangkapan itu, ditolak Iran sebagai melanggar hukum dan melanggar hukum internasional karena Asadi dianggap memiliki kekebalan diplomatik.  Juni tahun ini menandai...