REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu tersangka kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19 tahun) bernama Assifa Ramadhani (19) mengajak bertemu korban untuk ikut kursus Bahasa Jerman.
"Awalnya pelaku kesulitan, kemudian tersangka bertemu korban dengan alasan akan ikut kursus Bahasa Jerman sebelum terjadi pembunuhan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Jakarta, Senin (10/3).
Rikwanto mengatakan Assifa kesulitan untuk bertemu korban, kemudian muncul ide mengajak ketemuan membicarakan soal kursus Bahasa Jerman di Goethe Institute. Setelah bertemu Sara, tersangka membicarakan soal mantan kekasih korban bernama Ahmad Imam Al Hafidz (19).
Saat itu, korban dan Assifa sempat terjadi keributan, namun Hafidz meminta kedua wanita itu naik mobil. Assifa dan Hafidz memaksa korban naik mobil, kemudian terjadi penganiayaan dan pembunuhan terhadap Sara.
Rikwanto menuturkan mobil yang dikemudikan Hafidz sempat mogok beberapa kali sehingga tersangka itu menghubungi salah satu temannya, Imam untuk meminjam ACCU untuk jumper menyalakan mobilnya.
Rikwanto mengungkapkan saksi Imam sempat bertanya orang yang berada di mobil tersangka, lalu Hafidz menjawab ada mayat. "Saat itu, saksi Imam tidak menanyakan lebih lanjut, kemudian Hafidz pergi setelah menyala mobilnya," ujarnya.