REPUBLIKA.CO.ID, RAMADI -- Kelompok Negara Islam (IS/ISIS) melancarkan serangan terhadap markas-markas Irak di dua kota sebelah barat hingga menewaskan setidaknya 17 anggota pasukan keamanan dan 40 jihadis, kata sumber-sumber keamanan dan medis, Kamis.
Tujuh polisi dan empat tentara tewas ketika para petempur IS menyerang markas kepolisian di kota Heet, sementara setidaknya enam anggota pasukan federal juga kehilangan nyawa dalam serangan yang dialami markas utama tentara di Ramadi.
Di Heet, sekitar 150 kilometer sebelah barat Baghdad, 25 pria bersenjata menyerang markas kepolisian tak lama selepas tengah malam.
"Mereka menghantam gerbang --agar terbuka-- dengan menggunakan bom-bom mobil, kedua puluh lima orang itu mencoba masuk ke markas sehingga memunculkan bentrokan hebat," kata kolonel polisi Jabbar al-Nimrawi, kepada AFP.
"Polisi menewaskan 20 dari mereka sementara lima sisanya dibawa ke gedung kelistrikan. Mereka masih berada di bawah kepungan, mereka mempunyai senjata penembak jitu," ujarnya.
Nimrawi mengatakan bangunan tersebut saat ini dikelilingi oleh polisi, tentara, pasukan elit antiterorisme serta pasukan suku Suni antijihadis.
Dokter Nael Ahmed dari rumah sakit Heet mengatakan tujuh petugas kepolisian serta empat tentara terbunuh dalam serangan tersebut dan menyebabkan bentrokan.
Di Ramadi, kurang dari 100 kilometer sebelah barat Baghdad dan berada di tepi sungai Efrat, unit bunuh diri serupa menyerang markas Brigade Ke-8, tak jauh dari luar kota, pada Rabu.
"Mereka melancarkan serangan dari tiga arah. Mereka menggunakan kendaraan-kendaraan lapis baja untuk bunuh diri agar dapat memasuki kompleks, kemudian 13 petempur dengan rompi bunuh diri masuk," kata pejabat tinggi tengara Awad al-Dulaimi.
"Kami menewaskan satu sisanya pada pukul 05.00 setelah pertempuran sengit. Kami juga menewaskan tujuh orang yang datang dari arah lainnya," ujarnya. (Baca: Erdogan: Ini akan Menjadi Prioritas Kami)
Seorang dokter di rumah sakit Ramadi, Ahmed al-Ani, membenarkan bahwa ia telah menerima kedatangan tiga jenazah anggota pasukan elit anti-terorisme Irak.