Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kritik Sirkus dan Dunia Hiburan dalam Film Dumbo

Rabu 27 Mar 2019 10:49 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Film Dumbo

Film Dumbo

Foto: Disney
Dumbo menunjukkan bagian suram dari gemerlap dunia sirkus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dumbo lahir di tengah keluarga sirkus Medici Bersaudara. Gajah kecil dengan telinga besar itu bersahabat dengan Milly (Nico Parker) dan Joe (Finley Hobbins), anak dari mantan penunggang kuda sirkus Holt Farrier (Colin Farrell).

Dumbo sedih karena ibunya, Nyonya Jumbo, dijual oleh pimpinan sirkus Max Medici (Danny DeVito). Bukan hanya hidup terpisah dari sang ibu, Dumbo juga sering jadi bulan-bulanan karena ukuran telinganya yang masif tidak biasa.

Hanya Milly dan Joe yang memperlakukan Dumbo dengan penuh kasih sayang serta percaya dengan kemampuan ajaibnya. Dengan berbagai eksperimen, Milly yang bercita-cita menjadi ilmuwan berhasil melatih Dumbo terbang.

Atraksi mengesankan Dumbo menarik perhatian pengusaha VA Vandevere (Michael Keaton). Dia ingin menjadikan Dumbo bintang utama di taman hiburannya. Akankah Max melepaskan gajah istimewa itu dari keluarga sirkus Medici?

Film Dumbo yang sudah tayang di bioskop mulai hari ini adalah garapan ulang dari sinema animasi 1941 silam. Kala itu, Dumbo merupakan film animasi pertama yang diproduksi Disney setelah membuka studio di Burbank, California, Amerika Serikat.

Sutradara Tim Burton mengarahkan versi live-action film dengan sangat artistik. Terlepas dari keimutan Dumbo serta kisah haru dia dan ibunya, film juga menyelipkan kritik mengenai sirkus dan dunia hiburan. Ada sejumlah adegan yang menunjukkan kekerasan terhadap satwa, bahkan rencana untuk mengakhiri hidup mereka. Jalinan cerita seolah hendak menunjukkan sirkus yang gemerlapan dan penuh kejenakaan punya bagian suram.

Film pun menyajikan gambaran kesenjangan pada industri hiburan. Ada taman hiburan yang sukses dan populer karena modal besar. Akan tetapi ada juga sirkus yang sekarat dan hampir punah sampai para anggotanya dianggap tidak menarik lagi.

Alur yang terlampau cepat agak membuat penonton seperti terseret dalam konflik bertubi-tubi, tetapi dengan penyelesaian yang tidak plong. Laman Rotten Tomatoes hanya memberikan nilai 52 persen dari 82 ulasan untuk Dumbo per Rabu (27/3).

Bagaimanapun, Burton cukup berhasil mengemas konflik itu dengan halus dan tidak vulgar agar sesuai dengan penonton segala usia. Salah satu yang memanjakan penggemar Dumbo adalah lantunan lagu Baby Mine dari film aslinya yang sangat menguatkan adegan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile