Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Omicron Naik, YLKI: Hentikan Plesiran ke Luar Negeri

Sabtu 25 Dec 2021 07:00 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Esthi Maharani

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.

Foto: dok. Republika
YLKI mengusulkan Pemerintah melarang penerbangan orang ke luar negeri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan rasa keprihatinan atas mulai ditemukannya kasus Covid-19 varian omicron di Tanah Air. YLKI mengusulkan Pemerintah melarang penerbangan orang ke luar negeri bila tak ada kepentingan mendadak .

 

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengamati kasus baru omicron kian banyak di Indonesia hingga sekarang mencapai 19 orang. Ia menyatakan masuknya omicron ke Indonesia dipicu oleh pelaku perjalanan internasional.

Baca Juga

"Sebelum nasi menjadi bubur sebaiknya diantisipasi dengan tegas oleh pemerintah. Stop perjalanan ke luar negeri kalau hanya untuk plesiran saja," kata Tulus kepada Republika, Sabtu (25/12).

Tulus khawatir kasus omicron dapat mendatangkan gelombang ketiga Covid-19. Ia tak ingin lonjakan kasus Covid-19 seperti pertengahan tahun 2020 kembali terulang.

"Jika dibiarkan pasti omicron akan meluas. Karena 3 ribuan orang per hari itu repatriasi ke dalam negeri," ujar Tulus.

Oleh karena itu, Tulus mengimbau masyarakat yang punya kemampuan finansial agar menunda plesiran ke luar negeri, kecuali bila ada keperluan mendesak. Inilah saatnya semua elemen masyarakat bahu-membahu mencegah ledakan kasus Covid-19 berikutnya.

"Pergi ke luar negeri boleh hanya untuk keperluan esensial saja. Jangan biarkan petaka seperti oleh varian delta terulang," ucap Tulus.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan, ada 11 kasus baru omicron diketahui dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) pada Jumat (24/12). Semua kasus baru ini merupakan Imported Case, yakni berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru tiba dari Turki, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Dengan pertambahan 11 kasus baru omicron ini, total sudah 19 kasus omicron yang terdeteksi di Tanah Air.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile