Senin 21 Feb 2022 17:33 WIB

Menkes Janji akan Bayar Tunggakan Covid-19 Sebesar Rp 25 Triliun

Pemerintah telah membayarkan klaim tagihan Covid-19 sebesar Rp62,68 triliun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Foto: Antara/Galih Pradipta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berjanji bahwa kementeriannya akan segera membayarkan tunggakan biaya penanganan Covid-19 periode 2021 sebesar Rp25 triliun. Adapun klaim yang sudah terbayar mencapai Rp 62,8 triliun.

"Klaim rumah sakit untuk 2021 sudah kita bayar Rp62,68 triliun, masih ada Rp25 triliun yang masih belum kita selesaikan untuk 2021, karena anggarannya waktu itu belum mencukupi dan sekarang anggarannya sudah kita peroleh dan sedang dalam proses finalisasi," kata Budi Gunadi di kantornya di Jakarta, Senin (21/2/2022).

Baca Juga

Budi Gunadi menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers menteri terkait hasil rapat terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan melalui video conference."Jadi, tagihan rumah sakit untuk 2021 sudah dibayar Rp62,68 triliun, ini angka besar sekali dan saya percaya akan sangat membantu cash flow rumah sakit," kata Menkes.

Menkes mengungkapkan nilai Rp62,68 triliun tersebut, bahkan lebih besar dari total revenue industri rumah sakit di Indonesia. Adapun Rp 25 triliun yang belum terbayarkan kini masih dalam proses BPKP dan persetujuan Kementerian Keuangan.

"Ada tidak yang masih belum terbayar? Ada Rp25 triliun untuk tagihan 2021, dari Rp25 triliun, sebagian sudah selesai (pemeriksaan) dari BPJS-nya dan sekarang lagi proses ke BPKP, dan akan kita mintakan persetujuan Kementerian Keuangan," tambah Menkes.

Sementara untuk insentif tenaga kesehatan sekitar Rp10 triliun sudah dibayarkan. Khusus untuk yang Desember 2021 karena cycle anggaran, sehingga belum bisa dibayar di bulan itu juga, karena menunggu tutup buku. Pembayaran akan dilakukan mulai tahun ini.

Kementerian Kesehatan, kata ia, sudah mendapat kucuran dana sebesar Rp12 triliun untuk penanganan Covid-19 dan sedang dalam finalisasi. "Mudah-mudahan bulan ini bisa kita bayarkan untuk insentif nakesnya. Jadi, tahun lalu kita (memberikan insentif) Rp10 triliun dari Januari sampai November, kecuali Desember akan dibayar tahun ini," ujarnya.

Kementerian Kesehatan mencatat total klaim dari rumah sakit untuk penanganan Covid-19 tahun 2021 senilai Rp90,20 triliun. Angka itu berasal dari tagihan 1,72 juta kasus perawatan pasien.Per 31 Januari 2022, pemerintah sudah membayar tagihan sebesar Rp62,68 triliun atau untuk 1,34 juta pasien, sehingga masih tersisa utang Rp25,1 triliun yang belum dibayarkan.

Namun, ada juga klaim Rp2,42 triliun yang tidak dapat dibayarkan. Klaim itu terdiri atas Rp680 miliar klaim kedaluarsa dan tidak sesuai, serta Rp1,74 triliun dispute yang tidak dapat dibayarkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement